JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XII DPR dari fraksi NasDem, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan reaksi Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, setelah mengetahui adanya kasus dugaan penyadapan ilegal yang menargetkan Presiden Prabowo Subianto. Sugeng menyatakan bahwa Paloh merasa syok mendengar kabar tersebut.
“Pak Surya telepon saya, saya sampaikan, Pak Surya pun syok. Speechless sampai tingkat itu. Ini tidak masuk dalam logika dan nalar apa pun,” ujar Sugeng di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).
Menurut Sugeng, Surya Paloh sedang berada di Turki untuk menerima penghargaan ketika berita mengenai penyadapan ilegal terhadap Prabowo, tokoh politik, dan sejumlah pengusaha itu mencuat. NasDem, kata Sugeng, sepenuhnya mendukung pemerintah dalam upaya menuntaskan kasus ini.
“Nah kembali kepada sadap menyadap ini, ini di luar nalar kita semua, di luar kesadaran kita semua baik sebagai rakyat biasa maupun apalagi kami-kami di dunia politik. Nggak ketemu nalar sama sekali. Maka ini sudah kejadian, maka kita dukung pemerintah untuk menuntaskan itu,” tegas Sugeng.
Lebih lanjut, Sugeng menekankan pentingnya pengusutan motif di balik kasus penyadapan tersebut. Ia berpendapat bahwa pengungkapan kasus secara tuntas sangat krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
“Apa motifnya dan sebagainya. Supaya apa? Masyarakat terjelaskan secara baik. Karena apa? Ini kan bisa menimbulkan distrust ke sana ke mari. Padahal dalam situasi hari ini kita membutuhkan soliditas masyarakat bangsa ini,” jelas Sugeng.
Sebelumnya, Polri telah menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah tokoh lainnya. Selain Sigit, dua jenderal lainnya, Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso, juga ditetapkan sebagai tersangka.
Dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dilaporkan terjadi sejak tahun 2025. Presiden Prabowo diketahui telah memberhentikan Sigit dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu (4/11).
Komentar