Semarang – Eka Kurniawan (56), pria yang menjadi sorotan publik karena terlibat cekcok terkait pembuangan limbah bakso di Semarang, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku bahwa emosinya tersulut saat mencoba menengahi permasalahan tersebut.
Kejadian bermula ketika suasana di depan rumahnya menjadi ramai pada malam hari sekitar pukul 22.30. Eka yang merupakan pengurus RT setempat kemudian keluar untuk mencoba meredakan situasi. “Saya ngomong ‘sudahlah malam-malam nggak usah ribut-ribut, suara keras kan nggak bagus. Monggo lapor ke RT supaya ditindaklanjuti RT di forum warga,'” ujar Eka.
Eka menjelaskan bahwa ia bukan pemilik maupun karyawan dari warung bakso yang menjadi pokok permasalahan. Ia tinggal tepat di seberang warung Bakso Bintang 2, bersebelahan dengan rumah warga yang memprotes pembuangan limbah. “Saya terpancing emosi karena ketika saya ngomong seperti itu, dia ngomong ‘saya harus pakai bahasa apa? Bahasa hewan atau bahasa binatang?’. Otomatis saya terpancing emosi, karena saya orang tua kok,” ungkapnya.
Menurut Eka, limbah yang dibuang ke saluran got tersebut sebenarnya adalah limbah rumah tangga biasa dari sisa pencucian piring. Ia menambahkan bahwa warung Bakso Bintang 2 telah melakukan treatment khusus menggunakan mikroba anti bau sebelum membuang limbahnya, dan selalu diikuti dengan penyiraman air bersih sebanyak minimal 5 galon.
Eka merasa penjelasan yang ingin disampaikannya tidak tersampaikan dengan baik karena situasi yang sudah memanas. “Saya cuma pengin jelasin itu sebenarnya, tapi dia sudah ngegas. Jadi, duduk permasalahannya nggak sebagaimana yang viral di sosmed, dipotong-potong videonya,” keluhnya.
Komentar