Polres Malang Libatkan 360 Dai untuk Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Polres Malang kukuhkan 360 dai kamtibmas. Diharapkan menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan masyarakat.

Polres Malang Libatkan 360 Dai untuk Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Polres Malang Perkuat Sinergi dengan 360 Dai untuk Jaga Kamtibmas (dok. Istimewa)

Malang – Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengukuhkan 360 dai kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di jajaran Polres Malang. Langkah ini merupakan upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Acara pengukuhan yang berlangsung di Kabupaten Malang pada Rabu (4/11/2026) ini dihadiri oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang KH Soleh Arifin, sejumlah pejabat kepolisian, serta 30 dai kamtibmas perwakilan desa. Sementara itu, 330 dai lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari jajaran polsek masing-masing.

AKBP Rulian Syauri menekankan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian saja. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama dan tokoh agama, sangatlah krusial. “Dai kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan ulama dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” ujar Rulian.

Pengukuhan ini sejalan dengan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui visi Polisi Bersama Masyarakat. Melalui program dai kamtibmas, Polres Malang berupaya mempererat kedekatan dengan warga sekaligus mengajak tokoh agama untuk berperan aktif menjaga kamtibmas di tingkat desa. Hal ini juga selaras dengan program Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono bertajuk Jogo Omah, yang mengajak masyarakat menjaga keamanan dimulai dari lingkungan terdekat.

Rulian berharap para dai kamtibmas dapat menyebarkan pesan kerukunan dan keamanan hingga ke pelosok desa. Ia menyoroti kompleksitas tantangan sosial saat ini, mulai dari penyebaran hoaks, radikalisme, narkoba, judi daring, hingga potensi konflik yang dapat memecah belah persatuan. Oleh karena itu, para dai diharapkan dapat berperan melalui pendekatan persuasif dan edukatif, menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, serta mengedepankan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Jadilah penyejuk di tengah umat, benteng dalam menangkal radikalisme, narkotika, judi online, dan kenakalan remaja. Jadilah jembatan komunikasi atau cooling system ketika terjadi konflik di masyarakat,” tegas Rulian. Ia menambahkan, “Harapan kami, para dai kamtibmas dapat menjalankan perannya dengan baik, menjadi teladan di lingkungan masing-masing, serta terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan masyarakat Kabupaten Malang.”

Menanggapi hal tersebut, KH Soleh Arifin menekankan bahwa peran dai kamtibmas melampaui sekadar penyampaian dakwah. Mereka diharapkan menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keharmonisan dan ketenteraman masyarakat. “Ulama dan umara itu memang tidak bisa dipisahkan. Rasulullah SAW juga sangat menekankan agar ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara ulama dan umara,” ujar Soleh.

Soleh menambahkan bahwa dakwah yang menyejukkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mengajak masyarakat pada kebaikan (amar makruf) dan mencegah kemungkaran. “Dai Kamtibmas harus mampu menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Bukan hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan dan tindakan nyata dalam mengajak kepada kebaikan serta menjaga kerukunan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menaati pemerintah yang sah sesuai perintah Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 59, yang menganjurkan ketaatan kepada Allah, Rasul, dan ulil amri (pemimpin). “Kita punya kewajiban untuk menaati pemerintah yang sah. Pemerintah Kabupaten Malang, Forkopimda, Kapolres beserta jajarannya merupakan pemerintah yang sah dan dijamin oleh undang-undang. Karena itu, wajib untuk ditaati,” tegas Soleh.

Menyinggung berbagai persoalan sosial di Kabupaten Malang, Soleh berharap para dai dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan konflik baru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *