Aceh Barat Perkuat Tanggul Sungai dan Pindahkan Sekolah Pasca-Banjir

Pemerintah Aceh Barat melanjutkan pemulihan pascabencana dengan memperkuat tebing sungai menggunakan bronjong dan merelokasi SD Negeri Alue Lhok ke lokasi lebih aman.

Aceh Barat Perkuat Tanggul Sungai dan Pindahkan Sekolah Pasca-Banjir
Foto: Kemendagri

ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana dengan fokus pada pembangunan pengaman tebing sungai dan relokasi fasilitas pendidikan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat banjir susulan dan memulihkan sarana vital bagi masyarakat.

Upaya pemulihan ini dilakukan setelah banjir susulan melanda 43 gampong di 10 kecamatan, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Genangan air kini telah surut, memungkinkan warga yang sempat mengungsi untuk kembali ke kediaman masing-masing. Pemerintah Kabupaten, bersama unsur TNI (Kodim) dan Polri (Polres), juga aktif membersihkan lumpur sisa banjir guna memulihkan lingkungan dan aksesibilitas warga.

Fokus penanganan lanjutan diarahkan pada perlindungan kawasan sepanjang Krueng Meureubo dan Krueng Emas. Pembangunan dinding pengaman tebing menggunakan bronjong direncanakan di 15 titik. Kementerian Pekerjaan Umum akan menangani 10 titik, sementara lima titik sisanya dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

“Di sepanjang alur Sungai Meureubo yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Barat, terdapat 15 titik pengerjaan dinding pengaman sungai (bronjong),” ujar Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Wahyu Bintono Hari Bawono, dalam keterangan tertulisnya.

Wahyu Bintono menyampaikan hal tersebut saat memimpin tim monitoring dan evaluasi di Aceh Barat. Di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun pengaman tebing sepanjang 264 meter. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengerjakan pengaman tebing sepanjang 50 meter di sekitar SD Negeri Alue Lhok, menggunakan anggaran Dana Transfer Khusus (TKD) Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026.

Penguatan tebing sungai berjalan simultan dengan normalisasi. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, pekerjaan di wilayah DAS Woyla-Bate mencakup normalisasi sekitar 1.064 meter, perkuatan tebing dengan bronjong sekitar 665 meter, dan pembangunan akses jalan sekitar 100 meter. Penanganan ini meliputi area Jambak, Lawet, dan Keutambang.

Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan sarana pendidikan. SD Negeri Alue Lhok kini direlokasi sekitar 100 meter dari lokasi semula ke area yang lebih tinggi. Sebelumnya, luapan sungai telah menggerus lokasi lama sekolah dan menghanyutkan ruang kelas.

Pembangunan gedung sekolah baru ini juga mendapat dukungan donasi melalui platform Kitabisa yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen), dengan total anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Bangunan baru ini akan mencakup enam ruang kelas, satu toilet siswa, dan satu toilet guru, dengan target penyelesaian pada 22 Desember 2026.

Selain pekerjaan yang sedang berlangsung, tim monitoring juga mencatat adanya kerusakan pada jembatan gantung penghubung Kajeung-Tungkop di Kecamatan Sungai Mas, jalan Gampong Sikundo yang mengalami kerusakan berat, serta ruas jalan Geudong-Kajeung yang sebagian tertutup lumpur.

Di sisi lain, Satgas PRR juga telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir susulan di Aceh Barat. Bantuan yang disalurkan berasal dari Kementerian Sosial tersebut meliputi perlengkapan keluarga (family kit), kasur, selimut, dan tenda gulung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *