Lembang, Bandung Barat – Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) Angkatan ke-67 menggelar aksi bakti sosial di Kampung Pangragajian, Lembang, Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’.
Dalam aksi sosial tersebut, para perwira menengah kepolisian ini membagikan 50 paket sembako yang ditujukan bagi warga prasejahtera dan kalangan lanjut usia (lansia). Paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, teh, kopi, susu, dan tepung.
Selain itu, sebanyak 25 paket perlengkapan sekolah dan makanan ringan juga disalurkan kepada anak-anak di Kampung Pangragajian. Bantuan alat sekolah yang diberikan mencakup buku tulis, pensil, tempat pensil, krayon, serta makanan pendamping dan susu.
Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran, penyerahan dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu (door to door) kepada setiap rumah warga.
Perwakilan Serdik Sespimmen Angkatan ke-67, Kompol Yefta Ruben Hasian Aruan, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk mempererat hubungan Korps Bhayangkara dengan masyarakat di sekitar lembaga pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa program Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Bukan sekadar hadir, tetapi bagaimana kehadiran polisi dapat memberikan arti, manfaat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Yefta.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, jajaran Sespimmen Angkatan 67 berharap kedekatan antara insan kepolisian dan publik dapat terus terpelihara secara tulus melalui aksi nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karena pengabdian terbaik adalah ketika kehadiran kita mampu membawa manfaat bagi sesama,” tutur Yefta.
Aksi bakti sosial ini turut diikuti oleh Mohamed Zameer Khan, salah satu Serdik Sespimmen Angkatan 67 yang berasal dari Kepolisian Singapura. Zameer mengaku bersyukur dapat berbaur langsung membantu warga setempat.
“Polisi bukan hanya hadir ketika ada masalah, tetapi harus selalu bersama masyarakat. Walaupun negara kita berbeda, Singapura atau Indonesia, yang terpenting kemanusiaan dan kepedulian tidak mengenal batas,” ujar Mohamed Zameer Khan.
Sepuluh Serdik Sespimmen Angkatan 67 yang terlibat langsung dalam kegiatan ini meliputi Yefta Ruben Hasian Aruan, Muhammad Hafif, Rizka Fadhila, Muhammad Iqbal Wiradha, Nara Cipta Resmi, Ganesa Sinambela, Mohamed Zameer Khan, Josina Lambionbir, Vivi Maria Pransisca Siregar, dan Diana Yanmiraty Hadjo.
Komentar