JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan penuh dan kepercayaan kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam upaya reformasi di institusi Polri. MUI juga mengapresiasi agar aparat penegak hukum bekerja secara transparan, tegas, dan berkeadilan.
Pernyataan ini disampaikan MUI dalam tausiyah kebangsaan yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan pada Kamis (5/11/2026). Dukungan ini diberikan agar segala bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi merusak persatuan segera ditangani, sebagai implementasi dari supremasi dan kedaulatan hukum di Indonesia.
MUI juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas bangsa. Masyarakat diminta mengedepankan musyawarah yang jujur dan terbuka demi menghindari pertikaian dan perpecahan.
“Meminta semua elemen bangsa untuk tetap sabar dan menahan diri sehingga terhindar dari potensi konflik permusuhan, dan pertentangan, adu domba baik secara vertikal maupun horizontal yang dapat merugikan dan merusak kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” demikian bunyi tausiyah tersebut.
Lebih lanjut, MUI mengingatkan para penyelenggara negara untuk senantiasa berpegang pada prinsip dan nilai-nilai etika dalam setiap aspek kehidupan bernegara, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, serta penegakan hukum.
MUI mendorong optimalisasi dialog dan komunikasi konstruktif melalui forum-forum strategis keumatan dan kebangsaan. Forum ini diharapkan melibatkan jajaran MUI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan Islam (Ormas Islam), Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Islam (OKP Islam), pondok pesantren, serta kalangan mahasiswa Islam. Tujuannya adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan internal umat Islam, dan memperkokoh persatuan nasional dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan bangsa.
Taushiyah Kebangsaan MUI secara rinci mencakup:
- Mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas, serta mengedepankan musyawarah demi kemaslahatan umat dan bangsa.
- Mengingatkan penyelenggara negara untuk berpegang pada konstitusi dan nilai-nilai budaya bangsa dalam setiap aspek kehidupan bernegara.
- Mendorong dialog konstruktif melalui forum strategis keumatan dan kebangsaan dengan pelibatan berbagai elemen masyarakat.
- Memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Kapolri untuk reformasi Polri dan apresiasi kepada aparat penegak hukum agar hukum berjalan tegas, transparan, dan berkeadilan.
- Meminta semua elemen bangsa untuk bersabar dan menahan diri guna menghindari potensi konflik dan permusuhan.
Sebelumnya, kasus penyadapan yang melibatkan beberapa jenderal polisi menjadi sorotan. Polri menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi momentum untuk melakukan pembersihan internal. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat dimulai dari institusi Polri yang bersih, yang diawali dengan pembenahan dari dalam.
Komentar