Lampung Pacu Investasi Lewat Tiga Jurus Jitu

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beberkan tiga jurus percepatan investasi daerah: perizinan, regulasi, dan iklim usaha kondusif.

Lampung Pacu Investasi Lewat Tiga Jurus Jitu
Foto: Pemprov Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi investasi di daerahnya. Tiga langkah strategis utama telah disiapkan, meliputi penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Upaya ini bertujuan untuk menarik lebih banyak investor, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung secara berkelanjutan.

“Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026). Forum ini merupakan inisiatif Pemprov Lampung yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung.

Dalam forum tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani memaparkan tiga pilar utama pemerintah daerah dalam memperkuat daya tarik investasi. Pertama, percepatan perizinan yang mengedepankan transparansi dan berbasis digital. Kedua, penguatan regulasi melalui kepastian tata ruang serta pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal. Ketiga, penciptaan iklim investasi yang kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan infrastruktur.

Optimisme pemerintah daerah dalam menarik investasi didukung oleh kinerja ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh basis komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang strategis. Kondisi ini menjadi modal berharga bagi Lampung untuk mengembangkan sektor-sektor produktif sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan investor domestik dan internasional.

Pemprov Lampung mengidentifikasi sejumlah sektor yang masih memiliki potensi investasi besar, antara lain pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur. Pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam sambutan pembukaan LEIF 2026 menekankan pentingnya forum tersebut sebagai momentum untuk memperluas kemitraan strategis. Menurut Jihan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah serta memastikan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Muzani menyoroti pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Muzani berharap investasi yang produktif dapat meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional. Koordinasi lintas pemerintahan, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat realisasi investasi.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Modal Genjot Investasi

Kepercayaan investor terhadap prospek Lampung juga tercermin dari 11 kisah keberhasilan investasi yang diangkat dalam LEIF 2026. Kisah-kisah ini menjadi gambaran peluang pengembangan usaha sekaligus menunjukkan potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan dunia usaha.

Dalam sesi diskusi panel, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa perekonomian Lampung pada 2026 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,6 persen. Proyeksi ini didukung oleh konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, dan investasi.

“Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah,” ungkap Bimo.

Peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan juga mendapat perhatian dari pemilik Sungai Budi Group, Widarto. Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi realisasi penanaman modal.

BI & Pemda Perkuat Ekosistem Investasi

Untuk mendukung langkah percepatan investasi, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem investasi. Sepanjang 2026, BI telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mulai dari peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi untuk memastikan proyek-proyek investasi memiliki kesiapan yang memadai dan dapat ditawarkan kepada calon investor. Pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama dalam LEIF 2026 diharapkan tidak hanya berhenti pada kesepakatan awal, tetapi berlanjut pada realisasi investasi yang konkret.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan dunia usaha, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan investasi berkualitas yang mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, dan memperluas kesempatan kerja. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya aktivitas usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan secara lebih merata.

LEIF 2026 mengusung tema ‘From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung’. Forum ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membangun kemitraan strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Lampung. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri, yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting serta penandatanganan letter of intent (LoI).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *