InJourney Airports Dinobatkan Pengelola Terbaik Bandara Ahmad Yani

InJourney Airports meraih Anugerah Reksa Bandha 2026 dari Kemenkeu atas pengelolaan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Simak detailnya.

InJourney Airports Dinobatkan Pengelola Terbaik Bandara Ahmad Yani
Foto: dok. InJourney Airports

Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports dianugerahi Anugerah Reksa Bandha 2026 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Penghargaan ini diberikan atas kinerja terbaik dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), khususnya Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Penghargaan tersebut menjadi bukti upaya InJourney Airports dalam mengoptimalkan aset negara melalui pengelolaan bandara yang profesional. Anugerah Reksa Bandha 2026 Kategori Penghargaan Mitra Pengelola Barang Milik Negara-Peringkat Terbaik 2 diserahkan langsung kepada Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports, Ferry Kusnowo, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyatakan bahwa pengelolaan BMN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan profesional. “InJourney Airports mengelola Barang Milik Negara atau BMN dengan penuh tanggung jawab dan akuntabel untuk terus meningkatkan optimalisasi aset guna mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Pahlevi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Ia menambahkan, “Kami berterima kasih kepada Kementerian Keuangan yang menilai bahwa InJourney Airports telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan Bandara Jenderal Ahmad Yani sehingga mendapat Anugerah Reksa Bandha 2026. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BMN.”

Sejak mengambil alih pengelolaan Bandara Jenderal Ahmad Yani pada 1 Oktober 1995, InJourney Airports secara berkelanjutan melakukan pengembangan. Pengembangan ini mencakup sisi infrastruktur maupun konektivitas penerbangan, yang bertujuan mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Tengah.

Salah satu pengembangan utama adalah pembangunan terminal baru dengan tema ‘floating airport’. Terminal seluas 59.406 meter persegi ini memiliki kapasitas 6,9 juta penumpang per tahun dan telah diresmikan pada 7 Juni 2018.

Kinerja pengelolaan bandara terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang. Pada periode Januari hingga September 2026, Bandara Jenderal Ahmad Yani melayani sekitar 1,75 juta penumpang dengan total 15.865 pergerakan pesawat. Jumlah penumpang ini meningkat sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh pembukaan layanan penerbangan baru, termasuk rute Semarang-Singapura dan Singapura-Semarang oleh maskapai Scoot mulai 23 Desember 2025, serta rute Semarang-Bandung dan Bandung-Semarang oleh Wings Air mulai 21 Desember 2025.

“Anugerah Reksa Bandha 2026 sekaligus menjadi komitmen InJourney Airports sebagai Agent of Development dalam menjaga amanah, standar, dan integritas dalam tata kelola BMN,” tutup Pahlevi.

Masyarakat saat ini juga berkesempatan mengikuti voting yang digelar Skytrax untuk memilih bandara terbaik yang dikelola InJourney Airports. Dua bandara tersibuk di Indonesia yang dapat dipilih adalah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Voting dapat dilakukan melalui tautan https://skytrax.injourneyairports.id/.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *