Forum Bisnis Paten 2026 Sukses Jembatani Inovasi Lokal dengan Nilai Ekonomi Rp 1,4 Miliar

Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 menghasilkan Rp 1,4 miliar dari lisensi paten. Inisiatif digital IP Bridge diluncurkan untuk terus mendorong komersialisasi invensi nasional.

Forum Bisnis Paten 2026 Sukses Jembatani Inovasi Lokal dengan Nilai Ekonomi Rp 1,4 Miliar
Foto: Dok. DJKI

JAKARTA – Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center pada 3-5 November 2026 berhasil mencatat nilai ekonomi sebesar Rp 1,4 miliar. Angka tersebut diraih melalui sejumlah kerja sama lisensi paten yang terjalin selama acara berlangsung.

Pameran inovasi ini menampilkan total 259 portofolio paten yang siap dipasarkan, meliputi 218 paten yang terdokumentasi dalam katalog dan 21 paten yang dipamerkan langsung dalam showcase. Kehadiran berbagai temuan invensi ini membuka peluang besar bagi industri dan investor untuk menemukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis.

Kegiatan business matching selama forum mencatat 133 respons langsung dari para pelaku industri dan investor. Dari jumlah tersebut, 74 respons atau 55,63 persen menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap invensi yang ditawarkan. Ketertarikan ini berlanjut ke tahap evaluasi internal, permintaan informasi teknis tambahan, hingga diskusi lanjutan dengan para inventor.

Puncak dari FBPI 2026 adalah penandatanganan tiga perjanjian lisensi komersial. Dua perjanjian berhasil disepakati pada hari terakhir pameran, sementara satu perjanjian lainnya direncanakan untuk ditandatangani di luar agenda forum.

Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Andrieansjah, menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian lisensi ini merupakan hasil penting yang membuktikan invensi nasional memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan oleh industri. “Ketiga perjanjian ini bukan sekadar formalitas, melainkan tanda bahwa inovasi Indonesia siap dikomersialisasikan secara luas,” ujar Andrieansjah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).

Untuk memastikan komersialisasi paten nasional terus berlanjut setelah FBPI, DJKI meluncurkan platform digital bernama IP Bridge. Platform ini bertujuan untuk mempertemukan inventor dengan industri dan investor secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menjelaskan bahwa forum business matching paten tidak hanya akan berlangsung saat FBPI, tetapi juga sepanjang tahun melalui ranah digital. “Karena itu, kami mengambil inisiatif membuka forum business matching di ranah digital yang kami namakan IP Bridge,” ungkap Hermansyah.

IP Bridge dirancang sebagai portal digital yang menghubungkan pemilik invensi, terutama dari perguruan tinggi, dengan industri serta investor. Melalui situs ipbridge.dgip.go.id, pengguna dapat mencari informasi invensi secara lengkap dan menjajaki peluang kerja sama lisensi.

Saat ini, portal IP Bridge telah berhasil menghubungkan lebih dari 59 perguruan tinggi beserta Sentra Kekayaan Intelektual mitra di seluruh Indonesia. Platform tersebut memuat 168 data paten terdaftar dan terverifikasi, di mana 62 di antaranya sudah siap ditawarkan untuk lisensi pada tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level) 7 hingga 9.

Kehadiran IP Bridge diharapkan mampu membuka lebih banyak pintu kerja sama dan menghasilkan transaksi lisensi baru. Dengan sistem terintegrasi ini, perputaran nilai ekonomi Rp 1,4 miliar diyakini akan menjadi awal dari komersialisasi paten yang berkelanjutan.

DJKI mengingatkan para inventor untuk selalu mengajukan perlindungan paten sebelum mempublikasikan atau mengomersialisasikan hasil temuannya melalui portal paten.dgip.go.id. Langkah ini penting untuk memberikan hak eksklusif dan jaminan kepastian hukum dalam setiap kerja sama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *