JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa wilayah Jakarta Barat diprediksi akan mengalami curah hujan tertinggi pada musim hujan mendatang. Menanggapi prediksi tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat upaya normalisasi sejumlah sungai dan pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut guna mengantisipasi potensi banjir.
Pernyataan ini disampaikan Pramono Anung setelah memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Kamis (5/11/2026). “Yang pertama, diperkirakan curah hujan tertinggi itu di Jakarta Barat,” ujar Pramono.
Ia menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah fokus pada perbaikan infrastruktur di Jakarta Barat. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk di area Kali Angke dan Cengkareng Drain. “Dan kemarin kita sama-sama di Kali Angke dan sebagainya, di Cengkareng Drain dan sebagainya untuk melakukan antisipasi terhadap hal tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tertinggi diperkirakan akan terjadi pada Februari 2027, dengan potensi hujan ekstrem yang memerlukan antisipasi dini. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menargetkan normalisasi sejumlah sungai, termasuk Ciliwung, Kali Angke, Kali Krukut, dan Cakung Lama, dapat diselesaikan hingga Desember 2026. “Sekarang ini sampai dengan bulan Desember, Pemerintah DKI Jakarta akan terus tetap untuk melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut,” tegas Pramono.
Dalam rapat bersama Forkopimda, dukungan dari berbagai institusi untuk mengantisipasi banjir turut dibahas. Pramono menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dengan TNI dan Polri agar seluruh elemen dapat bergerak sigap saat dibutuhkan. Selain itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan hukum dalam proses normalisasi sungai di Jakarta.
Pramono berharap, melalui berbagai upaya terpadu ini, dampak banjir dapat diminimalkan, terutama saat puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2027.
Komentar