JAKARTA – Partai Demokrat memberikan dukungan penuh terhadap rencana pertemuan para pimpinan partai politik untuk membahas dan mengawal kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian penyidikan berjalan secara terbuka, objektif, serta mengedepankan asas kebenaran dan keadilan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara tegas mendukung pembongkaran kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, tindakan penyadapan oleh oknum di dalam pemerintahan terhadap kepala negara ini berindikasi mengarah pada makar.
“Ketum kami, Mas AHY sudah menyampaikan mendukung penuh dan berada bersama Bapak Presiden Prabowo untuk bongkar total sampai tuntas penyadapan ini. Karena ini masalah sangat serius dan fundamental. Sudah mengarah ke makar. Bisa-bisanya seorang Presiden disadap oleh orang dalam pemerintahan. Berita ini sangat mengagetkan kita semua,” ujar Herzaky kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).
Lebih lanjut, Herzaky meminta agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dapat mengusut tuntas motif dan dalang di balik aksi penyadapan tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses penyelidikan, tanpa adanya tebang pilih.
“Kita ingin didalami apa intensinya, motifnya. Lalu, siapa otak dari semua ini. Mari kita semua dukung Polri usut tuntas ini dan buka seterang-terangnya. Tidak boleh ada tebang pilih dalam pengusutannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, telah mengemukakan kemungkinan adanya pertemuan pimpinan partai politik pasca terkuaknya kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo. Sugiono menilai pertemuan tersebut sangat mungkin terjadi.
“Ya, bisa jadi. Bisa jadi,” kata Sugiono kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).
Sugiono juga mengungkapkan rasa heran partainya terhadap kasus ini. Ia mempertanyakan motif di balik penyadapan dan mendesak agar dugaan makar didalami lebih lanjut.
“Sesuatu yang menurut saya, sesuatu yang luar biasa ya, sangat disayangkan, kemudian juga kami di Gerindra berpandangan apa sih motifnya, apa sih dasarnya, kan seperti itu. Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya,” jelas Sugiono.
Ia menambahkan, “Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi, ya. Insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden.”
Komentar