Pemerintah Indonesia secara resmi memulai operasi bantuan kemanusiaan dari Australia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi ini akan difokuskan di wilayah Kalimantan Timur selama tujuh hari, mulai tanggal 6 hingga 12 November 2026.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa bantuan Australia meliputi pengerahan dua pesawat dari New South Wales (NSW) Rural Fire Service. Pesawat tersebut terdiri dari satu unit Hercules C-130 yang bertugas melakukan water bombing dan satu pesawat Cessna Citation sebagai pemandu.
Pesawat Hercules C-130 memiliki kapasitas angkut 15 ribu liter air per sortie dan diperkirakan mampu menjatuhkan hingga 100 ribu liter air dalam sehari. “Secara teknis kita sudah detailkan, sehari bisa enam shorti karena kapasitas C-130 ini 13-15 ribu liter, sehari bisa 100 ribu liter kita droping di wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing untuk pemadaman apinya,” ujar Kristomei saat konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kristomei menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan Australia, yang dinilainya sebagai simbol persahabatan antara kedua negara. Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa sahabat yang baik adalah yang membantu di masa sulit. “Sekali lagi kami berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan tentunya ini adalah simbol persahabatan dua negara, dua sahabat yang saling berdekatan,” tuturnya.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menambahkan bahwa hubungan kedua negara selalu ditandai dengan kesiapsiagaan untuk saling membantu. Ia mengingatkan kembali bantuan Indonesia saat kebakaran hebat melanda Australia pada tahun 2020. “Masyarakat Australia telah merasakan secara langsung persahabatan dan bersemangat bertetangga yang baik tersebut,” kata Roderick.
Brazier juga menyinggung sejarah kerja sama bilateral, termasuk saat Indonesia mengirimkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu evakuasi warga di Darwin pasca-siklon Tracy pada tahun 1974. Pengerahan bantuan kali ini juga disertai oleh 20 personel tim yang terdiri dari kru penerbangan, tim teknis, hingga tim medis. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas sebanyak 20 personel spesialis penerbangan yang dipimpin oleh Chief Superintendent Matthew Reeves yang akan diberangkatkan untuk mendukung operasi ini,” tutupnya.
Komentar