Lebak – Dua anggota PJR Ditlantas Polda Banten, Bripda Rizki Novyandri dan Briptu Wahyu, mengalami luka-luka setelah ditabrak oleh seorang pengemudi berinisial EH (27) di bahu jalan Tol Rangkasbitung-Panimbang, Lebak, Banten. EH diduga panik karena kepergok sedang melakukan tindakan asusila di dalam mobilnya.
Akibat insiden tersebut, Bripda Rizki Novyandri dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur, karena mengalami luka serius dan belum sadarkan diri. Sementara itu, Briptu Wahyu dilaporkan telah menjalani rawat jalan.
Peristiwa ini bermula pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Saat itu, Bripda Rizki dan Briptu Wahyu tengah melakukan patroli rutin di ruas Tol Rangkasbitung-Panimbang. Mereka mendapati sebuah mobil Avanza berhenti di bahu jalan dan memutuskan untuk menghampirinya. Pengemudi mobil tersebut diketahui berinisial EH, yang ternyata berprofesi sebagai guru ngaji di sebuah pondok pesantren.
Namun, bukannya berhenti, EH justru memilih untuk tancap gas saat kedua petugas mendekat. Dalam upaya melarikan diri, mobil yang dikemudikannya menabrak kedua petugas. Bripda Rizki Novyandri dilaporkan sempat terseret dan bergelantungan di atas kap mobil sebelum akhirnya jatuh dan mengalami cedera parah.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, melalui keterangan resminya pada Jumat (6/11/2026), menjelaskan bahwa EH sengaja menabrak polisi untuk melarikan diri. “Bahwa memang akan melakukan kegiatan asusila di dalam mobil sehingga kaget adanya petugas polisi dan berniat untuk melarikan diri secara sadar bahwa dia melakukan tabrak dan membawa petugas polisi di atas kap mobil yang sedang dia gunakan,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten Kompol Yeremia Iwo.
EH berhasil ditangkap oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Banten di daerah Cadasari, Pandeglang, pada Senin (2/10) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dari tersangka.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, EH mengakui bahwa ia panik dan memilih kabur karena takut reputasinya tercoreng akibat perbuatannya. Ia juga mengaku bahwa wanita yang bersamanya di dalam mobil adalah pacarnya, yang diakuinya sebagai calon istrinya. “Inisial ED ini kaget, kemudian segera cepat-cepat untuk melarikan diri karena dia tahu tindakan yang dia lakukan adalah melanggar hukum dan kemungkinan takut tercemarkan namanya di situ karena dia salah satu merupakan tenaga pengajar,” imbuh Yeremia.
Komentar