Rangkasbitung – Pelaku tabrak lari yang menyeret polisi di Tol Rangkasbitung-Panimbang, Banten, akhirnya ditangkap. Pelaku berinisial ED (27) diketahui berprofesi sebagai guru di sebuah pesantren.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, Kompol Yeremia Iwo, mengatakan bahwa pelaku diduga merupakan tenaga pengajar di beberapa pesantren dan juga memberikan pengajaran secara pribadi di rumah warga.
Peristiwa terjadi ketika ED sedang berduaan di dalam mobil bersama pacarnya atau calon istrinya. Mobil yang dikendarai ED berhenti di bahu jalan tol selama kurang lebih 20 menit.
Saat dihampiri oleh polisi yang hendak memeriksa kendaraannya, ED yang diduga sedang dalam keadaan sadar kaget dan segera melarikan diri. Tindakan ini dilakukan karena ia tahu perbuatannya melanggar hukum dan kemungkinan takut akan pencemaran nama baik sebagai tenaga pengajar.
“Diduga pelaku ini dalam keadaan sadar. Inisial ED kaget dan segera melarikan diri karena tahu tindakannya melanggar hukum. Kemungkinan, dia takut ada pencemaran nama baik karena merupakan tenaga pengajar,” ujar Yeremia pada Jumat (6/11/2026).
Perempuan yang berada di dalam mobil bersama ED saat kejadian hanya berstatus sebagai saksi dalam kasus ini. Polisi hanya menahan ED di Mapolda Banten.
Peristiwa tabrak lari ini terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 16.40 WIB. Berawal saat dua personel PJR sedang melaksanakan patroli rutin dan menemukan satu unit mobil Toyota Avanza berhenti di bahu jalan tol.
Petugas kemudian menghentikan kendaraan dinas di belakang mobil tersebut untuk melakukan pengecekan. Namun, pengemudi Avanza tiba-tiba tancap gas.
Ketika kedua personel turun dan hendak menghampiri kendaraan, pengemudi Avanza secara tiba-tiba menjalankan kendaraannya dan menabrak kedua petugas, lalu melarikan diri.
Akibat peristiwa tersebut, kedua personel PJR mengalami luka-luka. Mereka sempat mendapat pertolongan dari pengguna jalan sebelum dibawa ke rumah sakit. Bripda Rizki Novyandri masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Kramat Jati dalam kondisi belum sadarkan diri, sementara Briptu Wahyu menjalani rawat jalan.
Komentar