KKP Kirim 302 Lulusan OII ke Luar Negeri, Perkuat Keterampilan Global

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempersiapkan 302 lulusan Ocean Institute of Indonesia (OII) untuk bekerja di berbagai negara, memperkuat koneksi pendidikan vokasi dengan industri global.

KKP Kirim 302 Lulusan OII ke Luar Negeri, Perkuat Keterampilan Global
Foto: dok. KKP

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya memastikan lulusan Ocean Institute of Indonesia (OII) memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan, “Melalui OII, kami mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (5/11/2026).

Sebagai bagian dari upaya menjembatani pendidikan vokasi dengan industri, KKP menyelenggarakan acara Vocational Goes to Actors (VOGA) 2026 di Kantor KKP, Jakarta, pada Selasa (3/11). Acara ini dihadiri 428 peserta, terdiri dari 250 peserta didik OII Kampus Jakarta, 61 lulusan yang akan bekerja di luar negeri, 102 perwakilan industri, dan 15 alumni yang telah sukses membangun karir di sektor kelautan dan perikanan baik di dalam maupun luar negeri.

Wakil Menteri KKP, Irwan Meilano, saat membuka acara tersebut menyoroti prediksi World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025. Laporan itu memperkirakan terciptanya 170 juta pekerjaan baru hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan berisiko tergantikan, dengan sekitar 39 persen keterampilan pekerja diprediksi mengalami perubahan.

Di sektor kelautan dan perikanan, data dari Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan produksi perikanan tangkap dan budi daya akuatik dunia pada 2022 mencapai 223 juta ton, di mana budi daya menyumbang 51 persen. Perkembangan ini tidak hanya membuka peluang ekonomi tetapi juga meningkatkan permintaan tenaga kerja dengan keahlian baru.

Perkembangan teknologi, otomasi, kecerdasan buatan, tuntutan ketertelusuran produk, dampak perubahan iklim, serta praktik perikanan berkelanjutan telah mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Transisi menuju budi daya dan hilirisasi juga memerlukan sumber daya manusia yang menguasai aspek produksi, teknologi pengolahan, manajemen usaha, standar mutu, hingga rantai pasok produk kelautan dan perikanan.

Kondisi ini menuntut pendidikan vokasi untuk tidak hanya menyelesaikan proses pendidikan, tetapi juga memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini memerlukan penyelarasan kurikulum dengan industri, modernisasi sarana dan prasarana, peningkatan pembelajaran berbasis praktik, serta penguatan riset dan inovasi bersama DUDI. Dengan demikian, lulusan OII diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Irwan menambahkan, “Yang lebih penting dari pengalaman di luar negeri adalah mereka mendapatkan pengalaman industri di lokasi industri terbaik, yang kemudian dibawa untuk membangun industri kita di dalam negeri.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) sekaligus Direktur Eksekutif OII, I Nyoman Radiarta, melaporkan bahwa saat ini terdapat 5.955 peserta didik pendidikan vokasi KKP, yang terdiri dari 5.074 peserta pendidikan tinggi dan 881 peserta pendidikan menengah.

“VOGA 2026 berfokus pada empat penguatan strategis, yaitu kemitraan industri, kesempatan kerja internasional, keselarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, dan pengembangan jejaring alumni. Hari ini dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan 13 mitra DUDI serta satu universitas, untuk memperluas pembelajaran, peningkatan kompetensi, dan penyerapan lulusan,” ujar Nyoman.

Dalam periode 2026-2027, tercatat 302 lulusan OII yang akan diberangkatkan bekerja ke luar negeri. Rincian penempatan ini meliputi Jepang sebanyak 231 orang, Korea Selatan (Korsel) 10 orang, Taiwan 53 orang, Brunei Darussalam 1 orang, dan Suriname 6 orang.

Sebanyak 61 dari total lulusan tersebut dilepas langsung pada acara VOGA 2026. Rinciannya adalah 27 orang menuju Taiwan, 22 ke Jepang, 6 ke Suriname, 5 ke Korea Selatan, dan 1 ke Malaysia. Dari 61 lulusan ini, 44 orang akan bekerja di bidang perikanan tangkap, 7 orang di bidang budidaya, dan 10 orang di bidang pengolahan hasil perikanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *