Wamensos Dorong Digitalisasi Bansos dan Pemberdayaan Warga Kupang

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kupang untuk meningkatkan akurasi data dan kemandirian ekonomi warga.

Wamensos Dorong Digitalisasi Bansos dan Pemberdayaan Warga Kupang
Foto: dok. Kemensos

JAKARTA – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendesak pemerintah daerah Kabupaten Kupang untuk menggalakkan program perlindungan sosial (Perlinsos) digital dan pemberdayaan masyarakat.

Desakan ini disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi empat Anggota DPRD Kabupaten Kupang di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Keempat legislator tersebut adalah Abi Yerusa Sobeukum, Obeth Laha, Arnolus Mooy, dan Salomiel Arnius Buraen.

Agus Jabo menekankan pentingnya gerakan Perlinsos di Kabupaten Kupang sebagai upaya digitalisasi bantuan sosial (bansos). Digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data penerima manfaat dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan.

Transformasi digitalisasi bansos ini, menurut Agus Jabo, ditandai dengan keterbukaan data, pemutakhiran identitas penerima manfaat melalui teknologi biometrik, serta penguatan kolaborasi antarlembaga. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tata kelola data yang lebih transparan dan akuntabel.

“Jadi semua by system dan kita berharap dengan adanya digitalisasi data bansos ini, sasaran (penerima bantuan) bisa tepat, datanya juga akurat,” jelas Agus Jabo.

Lebih lanjut, Agus Jabo memaparkan bahwa proses digitalisasi juga mencakup registrasi ulang seluruh penerima manfaat dengan penguatan verifikasi identitas. Sistem baru ini dilengkapi teknologi biometrik, termasuk pengenalan wajah (face recognition), untuk memastikan bantuan diterima oleh individu yang tepat. Sistem sebelumnya yang hanya mengandalkan data nama dan alamat dinilai masih memiliki kemungkinan penyerahan bantuan yang tidak tepat sasaran.

Selain digitalisasi bansos, Agus Jabo juga mendorong program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui bantuan modal usaha dan pendampingan.

“Nanti diusulkan oleh Pemda-nya, bupatinya, supaya masyarakat dapat PPSE. Nanti ada pendampingan, ada pelatihan. Mereka kita kasih ini,” ungkapnya.

Agus Jabo juga mengusulkan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di wilayah rawan bencana alam di Kabupaten Kupang. Pembentukan KSB diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan logistik ketika terjadi bencana.

“Kalau KSB nanti dibentuk di Kabupaten Kupang, cari titik-titik yang memang sering terjadi bencana di sana. Supaya kalau ada sesuatu, cepat kita ngasih makan, cepat kita ngasih logistik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Salomiel Arnius Buraen, menyampaikan terima kasih atas diskusi dan respons positif dari Wamensos. Ia berjanji akan menyampaikan seluruh masukan yang diterima kepada jajaran pemerintah daerah Kabupaten Kupang.

“Terima kasih untuk respons baiknya. Tentu semua pikiran, masukan yang sudah disampaikan, setelah kita kembali (ke Kabupaten Kupang), kita rembuk dengan pemerintah. Kita siapkan data-data yang diperlukan,” tutur Salomiel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *