Tangis Bayi Terdengar di Toilet Kebayoran Lama Sebelum Tewas

Kesaksian warga mengungkap kondisi bayi yang menggigil sebelum tewas ditenggelamkan orang tua di toilet umum Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tangis Bayi Terdengar di Toilet Kebayoran Lama Sebelum Tewas
Foto: Toilet umum di Kebayoran Lama, Jaksel, lokasi bayi 20 bulan dibunuh orangtua sendiri (Kadek Melda Luxiana/detikcom)

Seorang warga bernama Rina (42) menceritakan detik-detik terakhir seorang bayi yang tewas di tangan orang tuanya sendiri. Peristiwa tragis itu terjadi di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10/2026) malam. Bayi tersebut sempat terlihat menggigil sebelum akhirnya dibawa pergi oleh ayah tirinya, AR (22).

Kejadian berawal ketika suami Rina hendak menggunakan toilet sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, ia mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam kamar mandi. “Suami saya mau mandi, sekitar jam 11 malam karena udara lumayan panas. Pas dia mau masuk kamar mandi, dia dengar ada suara anak kecil nangis,” kata Rina.

Suaminya kemudian mengurungkan niatnya dan menunggu di dekat meja kasir. Tak lama berselang, AR keluar dari kamar mandi sambil menggendong korban. Suami Rina sempat menanyakan kondisi anak tersebut, namun AR hanya menjawab singkat, “Bandel”.

AR sempat kembali ke kamar mandi untuk mengambil popok kotor dan membersihkan muntah korban. Saat itu, suami Rina melihat korban tampak lemas dan sempat memegang pahanya. Namun, AR segera mengambil alih dan menggendong korban kembali.

Rina menambahkan, AR sempat meminta celana yang digunakan sebagai lap di toilet untuk anaknya. Suami Rina tidak mengizinkan dan kemudian mengambilkan celana lain dari rumah. Pada saat itu, kondisi korban terlihat menggigil. “Anaknya masih jalan, masih berdiri, tapi sudah agak menggigil,” tutur Rina.

Setelah mendapatkan celana, AR pergi membawa korban. Suami Rina sempat mencoba menyusul, namun AR tidak menghiraukan panggilan. Saat itu, suami Rina tidak menyangka korban mengalami kekerasan, ia mengira korban hanya kedinginan.

Korban dinyatakan tewas pada Sabtu (31/10) malam. Ibu kandung korban berinisial JM (19) dan ayah tirinya, AR (22), telah ditetapkan sebagai tersangka. Setelah menenggelamkan korban di toilet, kedua pelaku membuang jasadnya di tanah kosong di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menjelaskan kasus ini terungkap berkat kecurigaan saksi pemilik toilet umum. Saksi tersebut sempat mendengar jeritan tangisan korban pada Sabtu (31/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB dan pukul 23.00 WIB. “Pelaku berinisial AR itu melakukan tindak pidana di sana sebanyak dua kali. Dengan keadaan tersebut, salah satu saksi pemilik toilet itu curiga karena ada jeritan tangisan dari korban ini,” kata Seala.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *