Pramono Targetkan JLNT Pluit Selesai dalam 3 Bulan Setelah Mangkrak Lama

Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Pluit rampung dalam tiga bulan, mengatasi kendala komunikasi dan kepercayaan yang membuat proyek mangkrak sejak era Ahok.

Pramono Targetkan JLNT Pluit Selesai dalam 3 Bulan Setelah Mangkrak Lama
Foto: JLNT Pluit (Ignacio Geordy Oswaldo)

Pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Pluit di Jakarta Utara, yang telah mangkrak sejak era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Target ini disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, setelah rapat tingkat Kecamatan Penjaringan.

Pramono Anung menyatakan keputusannya untuk menyelesaikan proyek tersebut dan memberikan batas waktu maksimal tiga bulan. “Saya memutuskan untuk diselesaikan. Dan saya memberikan batas waktu maksimum 3 bulan untuk diselesaikan,” kata Pramono, Jumat (6/11/2026).

Menurut Pramono, keberadaan JLNT Pluit sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Ia mengakui belum mengetahui pasti penyebab proyek ini tak kunjung selesai, namun hasil pembahasan mengindikasikan adanya masalah komunikasi dan kepercayaan sebagai kendala utama.

“Kenapa hal sederhana? Komunikasi. Dan juga tidak ada trust, percaya. Karena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, enggak ada yang melanjutkan,” jelasnya.

Pramono mengungkapkan bahwa ia telah turun tangan langsung sekitar dua pekan lalu untuk membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Ia kemudian menugaskan Asisten Pembangunan untuk memimpin langsung proses penyelesaian proyek tersebut. Pendekatan dialog ini akhirnya membuahkan titik temu dan kesepakatan, memungkinkan pembangunan JLNT Muara Karang untuk dilanjutkan.

“Bahkan saya sebenarnya minta waktu 1 bulan tapi mereka menawar 3 bulan, ya enggak apa-apa, yang penting yang paling penting selesai. Dan yang paling penting adalah bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pramono.

Terkait pendanaan, Pramono memastikan bahwa penyelesaian JLNT ini akan menggunakan skema creative financing dan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia telah meminta Asisten Pembangunan untuk menghitung skema pembiayaan bersama pihak kontraktor atau pengembang yang terlibat. “Yang penting tidak menjadi beban APBD. Tapi saya yakin akan selesai dalam tiga bulan,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *