Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membuka kesempatan kerja bagi warga dengan rentang usia 19 hingga 60 tahun. Program ini dirancang untuk memberikan ruang kerja yang inklusif bagi masyarakat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa program Padat Karya DLH merupakan wujud komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan lapangan kerja. “Melalui Padat Karya DLH, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung memberikan kesempatan kerja kepada warga dari berbagai usia, termasuk mereka yang sudah berusia di atas 40 dan 60 tahun. Di samping memperoleh penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga, peserta juga ikut serta menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Chico Hakim.
Program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan harian sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Ibu Kota. Sejumlah peserta yang lolos seleksi kini mulai bertugas di berbagai lokasi, baik sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup maupun sebagai helper di RDF Plant Rorotan.
Kesempatan kerja ini diterima oleh warga dari berbagai wilayah di Jakarta, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Salah satu peserta, Yeti Puspita (43), warga Pesing, Jakarta Barat, yang bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, mengaku pekerjaan ini membantu menambah penghasilan keluarga dan memberinya pengetahuan tentang pengelolaan sampah.
Syafiq Albar (19), lulusan SMK dari Duren Sawit, Jakarta Timur, bertugas sebagai helper di RDF Plant Rorotan. Ia menyampaikan bahwa penghasilan yang diterimanya melebihi perkiraan dan sebagian akan diberikan kepada orang tuanya.
Testo Gumilar (60), warga Cibubur, Jakarta Timur, yang aktif di Bank Sampah Asri Berseri RW 11, juga berhasil lolos seleksi dan akan bertugas sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan. Ia sempat ragu karena usia, namun akhirnya mendapat kesempatan bekerja tanpa melihat faktor usia.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa program Padat Karya mempertemukan kebutuhan masyarakat akan kesempatan kerja dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan. “Selain memperoleh penghasilan, peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui DLH membuka 264 lowongan kerja program padat karya penanganan sampah untuk periode November-Desember 2026. Pendaftaran program ini telah dibuka pada 23-25 Oktober 2026.
Dudi Gardesi menambahkan bahwa program padat karya diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah di Ibu Kota. “Program padat karya juga mendorong keterlibatan warga dalam penanganan sampah. Kami berharap program ini memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat upaya pengelolaan sampah di Jakarta,” ujar Dudi.
Komentar