JAKARTA – Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta dilaporkan mengalami penurunan sekitar 6.500 orang. Angka ini menjadi salah satu indikator perbaikan kesejahteraan masyarakat di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat di tingkat Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (6/11/2026). Menurutnya, capaian ini didasarkan pada indikator kesejahteraan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Indikator kesejahteraan menunjukkan juga perbaikan dan itu terlihat dari jumlah penduduk miskin di Jakarta yang mengalami penurunan cukup signifikan. Kurang lebih 6.500 orang,” ujar Pramono.
Pramono menilai penurunan angka kemiskinan ini merupakan pencapaian yang berarti, terutama mengingat upaya menekan angka kemiskinan hingga kelompok miskin ekstrem bukanlah hal yang mudah.
“Jadi ada penurunan yang cukup signifikan karena di Jakarta itu untuk bisa turun sampai dengan kelompok miskin ekstrem 6.500 itu angkanya juga cukup besar,” jelasnya.
Selain penurunan jumlah penduduk miskin, Gubernur juga melaporkan adanya peningkatan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta. IPM ibu kota kini tercatat sebesar 85,88, mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang berada di angka 85,05.
Pramono Anung berpendapat bahwa berbagai indikator tersebut secara keseluruhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Komentar