Pembunuh Dini dan Anak, Dwi Bagus, Pelajari Taktik ‘Ngeles’ dari AI

Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun, ternyata menggunakan ChatGPT untuk mempelajari cara membunuh dan menghindari pertanyaan polisi.

Pembunuh Dini dan Anak, Dwi Bagus, Pelajari Taktik 'Ngeles' dari AI
Foto: Aprilia Devi/detikJatim

MADIUN – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan sadis yang menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anaknya berinisial AGEF (4) di Madiun. Pelaku, Dwi Bagus Martono (40), ternyata telah mempelajari berbagai cara untuk melakukan pembunuhan, menghilangkan jejak, hingga mengantisipasi pemeriksaan oleh pihak kepolisian menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa temuan ini didasarkan pada analisis barang bukti elektronik yang berhasil disita.

“Dia juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan kalau dia bisa antisipasi kalau dimintai keterangan oleh kepolisian, dia belajar dari ChatGPT, dari AI, ya,” ujar Jumhur di Mapolda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Jumhur menambahkan bahwa pelaku telah mempersiapkan skenario jawaban untuk berbagai kemungkinan pertanyaan dari polisi.

“Dia pelajari itu semua, skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawaban ini, menanyakan ini, jawaban ini sudah lengkap dia. Jadi sudah jelas sekali rekan-rekan untuk perencanaan terhadap korban pertama, dari ibunya itu,” jelasnya.

Perencanaan pembunuhan ini ternyata sudah disiapkan pelaku seminggu sebelum kejadian. Bukti riwayat pencarian di perangkat elektronik pelaku menunjukkan bahwa Dwi Bagus telah mencari informasi mengenai teknik mencekik yang efektif untuk menghabisi korban.

“Satu minggu sebelumnya itu tersangka browsing terkait cara menghabisi korban dengan cara mencekik itu tekniknya gimana, dia pelajari,” tuturnya.

Selain itu, pelaku juga melakukan riset mendalam terkait berbagai jenis alat mesin yang mungkin digunakan.

“Dia browsing alat mesin. Jadi, berbagai mesin dia pelajari satu-satu,” pungkas Jumhur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *