Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 1.468 titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebar di enam provinsi di Indonesia. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyampaikan bahwa Kalteng mencatat 821 titik panas, yang merupakan peningkatan sebesar 93% dari hari sebelumnya. Selain itu, tercatat seluas 1.641 hektar lahan di Kalteng tengah dalam proses penanganan, menunjukkan kenaikan 147% dibandingkan kemarin.
Selain Kalimantan Tengah, provinsi lain juga terpantau memiliki titik panas. Papua Selatan melaporkan 306 titik panas, Kalimantan Timur 170 titik panas, Sulawesi Tengah 68 titik panas, Sulawesi Tenggara 54 titik panas, dan Nusa Tenggara Timur 49 titik panas. Luas lahan yang ditangani di provinsi-provinsi tersebut menunjukkan tren penurunan antara 20 hingga 50%, kecuali Kalimantan Timur yang mengalami kenaikan 53%.
Berton menjelaskan bahwa meskipun ada provinsi yang mengalami penurunan luas lahan terdampak, penanganan karhutla tetap menjadi prioritas. Ia mencontohkan penanganan di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, di mana lahan seluas 5,5 hektar terdampak. Petugas BPBD bersama tim telah melakukan asesmen, koordinasi dengan aparat, dan memberikan dukungan penyiraman air untuk memadamkan api.
Untuk mempercepat penanganan karhutla, BNPB telah mengerahkan 46 unit alutsista. Rinciannya, terdapat 18 pesawat dan 28 helikopter yang digunakan untuk operasi waterbombing. Sebanyak 32 unit berasal dari BNPB, 10 unit dari TNI, dan 4 unit dari instansi lainnya.
Komentar