Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 yang sedang menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, pada Rabu (4/11) sekitar pukul 11.18 WIB.
Ketiga prajurit yang gugur, yaitu Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo, diberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) sebagai penghargaan atas pengabdian mereka.
Helikopter Mi-17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk memadamkan karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang melakukan pengambilan air laut untuk operasi water bombing.
“Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman Karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” demikian keterangan dari Dispenad.
Lima orang lainnya yang berada di dalam helikopter dilaporkan selamat dan tengah menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.
Dua Prajurit Dikebumikan
Pada Kamis (5/11), TNI AD memberikan penghormatan terakhir kepada Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar. Jenazah keduanya diberangkatkan dari Kuala Pembuang menuju Lanumad Ahmad Yani, Semarang, menggunakan pesawat Casa 212 A-9035.
Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, yang menjabat Kadep Pengembangan Pusdikpenerbad, kemudian diterbangkan menuju Bandung untuk disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Upacara pemakaman dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Sementara itu, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz, yang bertugas sebagai Pabang 2 Siud Heli Serbu II Flite Heli C Dron 31/AYC, dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman.
Hingga kini, jenazah Sertu (Anm) Heri Prasetyo diduga masih terjepit di dalam badan helikopter yang tenggelam. Petugas gabungan dari BPBD, TNI AL, TNI AD, dan Basarnas masih berupaya mengevakuasi jasadnya.
Panglima TNI Ungkap Kronologi
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa helikopter tersebut ditumpangi oleh delapan orang. Kecelakaan terjadi saat helikopter hendak mengambil air untuk kedua kalinya dalam operasi pemadaman karhutla.
“Satu kali sudah dilaksanakan dengan aman, kemudian yang kedua kalinya terjadi crash,” ujar Agus di TMP Cikutra, Bandung.
Menurut Panglima TNI, lokasi kejadian berada di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalteng. Ia menambahkan bahwa proses evakuasi jenazah Sertu (Anm) Heri Prasetyo masih terus diupayakan. Kondisi terakhir helikopter dilaporkan berada sekitar 1 kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman kurang lebih 6 meter dan dalam posisi terbalik.
Kotak Hitam Masih Dicari
Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kotak hitam (black box) helikopter Mi-17 milik TNI AD yang jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalteng. Penemuan kotak hitam ini menjadi krusial untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter yang bertugas memadamkan karhutla tersebut.
“(Penyebab helikopter jatuh) kita nunggu kotak hitam,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal Semarang.
Komentar