JAKARTA – AR (22), ayah tiri yang tega membunuh bayi berusia 20 bulan di toilet umum Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sempat berusaha mengelabui warga dengan mengatakan anaknya masih hidup dan sedang dirawat. Aksi keji ini terungkap setelah kecurigaan warga terhadap gelagat AR.
Fendi, seorang penjaga warung kelontong di Kebayoran Lama, menceritakan bahwa AR dan istrinya, JM (19), sempat menumpang di emperan depan warungnya selama dua malam. Pada Minggu (1/11/2026) dini hari, suasana di depan warung mendadak ramai. Warga berteriak bahwa anak AR meninggal dunia. AR yang mendengar kabar tersebut segera melarikan diri dengan alasan mencari puskesmas terdekat.
Fendi mengaku tidak melihat langsung kekerasan yang dialami korban. Ia hanya mendengar cerita dari warga lain. “Nggak, katanya dari sore disiksa apa katanya tapi nggak liat sendiri,” ujarnya.
Sekitar pukul 01.00 WIB, JM meminta tolong warga untuk memeriksa denyut nadi anaknya. Saat itulah diketahui korban telah meninggal dunia. AR yang juga berada di lokasi terlihat panik dan segera membawa pergi anaknya.
Keesokan paginya, AR kembali ke depan warung Fendi untuk mengambil baju korban. Saat ditanya mengenai kondisi anaknya, AR mengklaim bahwa korban selamat dan sedang dirawat di puskesmas. Namun, Fendi tidak percaya dengan perkataan AR, mengingat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa pada malam sebelumnya.
Fendi kemudian segera memanggil warga lain dan melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. Warga berhasil mengamankan AR, yang awalnya tidak mengaku. Tak lama kemudian, JM datang bersama polisi dan keduanya langsung diamankan.
Korban tewas pada Sabtu (31/10) malam. Jasad korban kemudian dibuang di tanah kosong di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, oleh kedua pasangan tersebut. AR dan JM telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Komentar