ASN DKI Jakarta Diingatkan Jaga Profesionalisme dan Bijak Bermedsos

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga profesionalisme, terutama dalam penggunaan media sosial.

ASN DKI Jakarta Diingatkan Jaga Profesionalisme dan Bijak Bermedsos
Pramono melantik 3.418 CPNS menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Foto: Belia/detikcom)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya menjaga profesionalisme bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peringatan ini secara khusus ditujukan pada penggunaan media sosial, di mana ASN diingatkan untuk tidak bertindak semaunya.

Pesan ini disampaikan Pramono Anung usai melantik 3.418 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/11/2026). Ia secara tegas mengingatkan para ASN untuk bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak sembarangan mengunggah konten yang berkaitan dengan tugas kedinasan.

“Begitu mereka menjadi ASN, mereka ada tanggung jawab dan kewajibannya. Termasuk tidak bisa kemudian seenaknya atau sesukanya memposting di media sosial hal-hal yang berkaitan bukan tugas utamanya,” ujar Pramono Anung.

Meskipun demikian, Pramono Anung menegaskan bahwa aturan ini tidak bertujuan untuk membatasi hak demokrasi yang dimiliki oleh ASN. Ia menekankan bahwa profesionalisme harus tetap menjadi prioritas utama selama menjalankan tugas-tugas sebagai abdi negara.

“Sehingga dengan demikian tanpa mengurangi hak demokrasi yang dimiliki oleh ASN Jakarta, selama mereka bertugas, tentunya mereka harus bekerja secara profesional,” jelasnya.

Pramono Anung menyatakan keyakinannya bahwa para ASN yang baru saja dilantik telah memahami sepenuhnya tanggung jawab dan kewajiban mereka. Hal ini didasari oleh proses seleksi yang ketat dan pelatihan yang telah mereka jalani, yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah.

“Saya yakin ASN Jakarta ini seleksinya sudah ketat dan bertahap. Apalagi mereka mendapatkan pelatihan, baik dari pemerintah DKI Jakarta sendiri, dari Badan Kepegawaian Nasional, dari MenPAN-RB, dan dari berbagai institusi yang lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar para ASN dapat melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh masyarakat Jakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *