Ledakan Gas di Kebon Jeruk: 10 Rumah Hancur, 8 Warga Terluka

Ledakan gas dahsyat di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hancurkan 10 rumah dan lukai 8 warga. Diduga dipicu kebocoran tabung LPG.

Ledakan Gas di Kebon Jeruk: 10 Rumah Hancur, 8 Warga Terluka
Foto: Ledakan gas dipicu kebocoran tabung menyebabkan sejumlah rumah di Kebon Jeruk rusak. Delapan orang terluka akibat ledakan hingga tertimpa puing bangunan. (M Syahid/detikcom)

JAKARTA – Nestapa menyelimuti warga Kampung Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, setelah ledakan gas dahsyat menghancurkan rumah. Insiden mengerikan yang terjadi pada Kamis (5/11) sekitar pukul 04.20 WIB ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyebabkan delapan orang terluka.

Berdasarkan rekaman CCTV, suara ledakan keras terdengar memecah keheningan dini hari saat sebagian warga masih terlelap. Kepanikan melanda saat warga berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu mengonfirmasi bahwa delapan orang mengalami luka akibat insiden tersebut. Selain itu, sebanyak 10 rumah warga dilaporkan hancur.

Menurut keterangan polisi, ledakan terjadi saat Sayuti, istri dari Idrus, hendak menyalakan kompor gas di dapur. Kompor tersebut ternyata mengalami kebocoran.

“Saat Saudari Sayuti, istri Idrus sedang menyalakan gas LPG yang letaknya berada di dapur, namun saat dinyalakan ternyata gas LPG tersebut dalam keadaan bocor sehingga terjadi ledakan,” jelas AKP Darto Napitupulu. Akibat kejadian tersebut, Sayuti mengalami luka bakar. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti ledakan.

10 Rumah Rusak Akibat Ledakan

Sebanyak 10 rumah warga di Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terdampak ledakan gas. Tiga di antaranya mengalami kerusakan sangat parah.

Pantauan di lokasi pada Jumat (6/11), reruntuhan bangunan masih berserakan. Garis polisi terpasang di tempat kejadian perkara (TKP) untuk sterilisasi selama proses penyelidikan.

Pondasi rumah terlihat miring dan ditopang kayu, sementara perabotan warga berserakan akibat kuatnya ledakan. Salah seorang warga terdampak, Winda, menceritakan syoknya saat kejadian terjadi menjelang salat Subuh.

“Saya buru-buru aja tuh nyelamatin diri, nah pas kejadian rumah itu yang kena ledakan belum runtuh, pas udah jauh baru rumah itu ancur,” kata Winda. Rumahnya mengalami kerusakan parah di bagian depan dan lantai dua.

Warga lain, Robi, melaporkan rumahnya juga terdampak di bagian atas. “Anak saya juga kena pas di atas, nah pas kejadian nyelamatin diri aja langsung,” ujarnya. Sempat terlihat api muncul di lantai atas rumahnya.

Delapan Orang Terluka

Delapan orang dilaporkan terluka, baik akibat ledakan maupun tertimpa bangunan yang runtuh. Luka yang dialami bervariasi, mulai dari lecet, patah tulang hidung, hingga luka bakar.

Bambang Irawan (39), salah seorang korban, mengaku tertimpa puing reruntuhan rumahnya. “Kondisinya anak pertama saya kakinya tertimpa reruntuhan puing, dan saya juga tertimpa. Istri saya kepalanya. Pokoknya udah tahu-tahu udah gelap. Kita udah nggak bisa ngapa-ngapain,” ungkap Bambang.

Ia sempat dirawat tiga hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat dan menunjukkan luka di kakinya. Suratmi (59), warga lainnya, melaporkan anak dan cucunya juga sempat dirawat di rumah sakit akibat tertimpa runtuhan. Rumahnya pun rusak terkena dampak ledakan.

“Yang dirawat itu malah cucu saya, sama anak eh ibunya. Ibunya kena jahitan 9,” kata Suratmi. Ia menambahkan, tetangganya yang mengalami luka bakar parah, Sauti, belum pulang dari perawatan.

Beberapa korban lain dirawat di RS Pelni dan RS Cempaka Putih, dengan beberapa di antaranya mengalami patah tulang hidung.

Diduga Dipicu Kebocoran Tabung Gas

Warga menduga ledakan dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG. Bambang Irawan menjelaskan bahwa ledakan bermula dari satu tabung elpiji yang bocor namun tetap disimpan di dalam rumah.

“Jadi bocor. Kemarin katanya kan ada dua gas. Satu bocor. Itu bocor, dicopot dong. Nah, masih bocor tuh, dimasukin ke air. Terus ada satu gas lagi dipasang di situ. Nah, baru diceklekin, otomatis langsung meledak,” terang Bambang.

Ledakan terjadi saat Sayuti hendak menyalakan kompor. Sepuluh rumah di lingkungan tersebut mengalami kerusakan akibat ledakan yang cukup kuat.

Winda menambahkan, saat ledakan terjadi, ia berada di ruang tamu yang bersebelahan dengan rumah Sayuti. Di tengah kepanikan, ia sempat nekat menyelamatkan tas berisi uang meski dilarang suaminya.

“Saya pagi-pagi lari, terus kata suami saya ‘nggak boleh, lu jangan ngambil’. Lah saya bilang ‘entar saya gimana kalau nggak ada duit?’. Saya masih nekat aja saya ngambil,” katanya. Rumah yang menjadi sumber ledakan dilaporkan masih utuh saat Winda menjauh, namun kemudian ambruk dengan suara keras seperti bom.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *