Jakarta – Kebocoran tabung gas LPG di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memicu ledakan yang merusak sejumlah rumah dan melukai delapan orang. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (5/11) dini hari, sekitar pukul 04.20 WIB, di Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02, Duri Kepa.
Para korban mengalami berbagai jenis luka, mulai dari lecet, patah tulang hidung, hingga luka bakar. Sebagian besar tertimpa reruntuhan bangunan rumah mereka yang ikut runtuh akibat ledakan.
Salah seorang warga, Bambang Irawan (39), menceritakan bagaimana dirinya dan keluarganya menjadi korban. Ia mengaku tertimpa puing-puing reruntuhan rumahnya. “Kondisinya anak pertama saya kakinya tertimpa reruntuhan puing, dan saya juga tertimpa. Istri saya kepalanya. Pokoknya udah tahu-tahu udah gelap. Kita udah enggak bisa ngapa-ngapain,” kata Bambang saat ditemui di lokasi kejadian.
Bambang sempat menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, dan menunjukkan luka di kakinya akibat tertimpa bangunan.
Warga lain, Suratmi (59), juga melaporkan bahwa anak dan cucunya sempat dirawat di rumah sakit akibat terkena runtuhan puing. Rumahnya sendiri juga mengalami kerusakan akibat dampak ledakan gas tersebut. “Yang dirawat itu malah cucu saya, sama anak eh ibunya. Ibunya kena jahitan 9,” ujar Suratmi.
Suratmi menambahkan bahwa ledakan gas itu berasal dari rumah tetangganya yang bernama Sauti. Sauti dilaporkan mengalami luka bakar yang cukup parah. “Yang korban yang gasnya meledak itu dia belum pulang, kondisinya kulitnya ngelupas,” ucapnya.
Selain itu, ada pula warga yang dirawat di rumah sakit lain seperti RS Pelni dan RS di Cempaka Putih. Beberapa korban mengalami patah tulang hidung dan masih dalam perawatan.
Winda, warga lainnya, menyatakan bahwa masih ada tiga orang yang dirawat di rumah sakit. Ia mengaku sedang tertidur lelap saat ledakan terjadi. “Saya lagi tidur di sini. Tiba-tiba denger meledak. Ini kan langsung pecah, ini tuh pecah ya, tadinya ada kacanya. Ini hancur semua. Saya tidurnya di bawah sini nih, di bawah kaca ini,” tuturnya.
Identitas delapan korban yang terluka telah teridentifikasi. Tiga korban luka berat yang masih menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih adalah Sauti, Idrus, dan Fais. Menurut Ketua RT setempat, Sarkat, ketiganya merupakan satu keluarga. Sauti mengalami luka bakar parah pada kulit, sementara Idrus dan Fais menderita luka berat akibat tertimpa reruntuhan.
Sementara itu, korban luka ringan yang sudah diperbolehkan pulang antara lain Waji, Kokom, Patih, Septi, dan Bambang. Total ada delapan orang yang menjadi korban dalam insiden ini.
Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, mengkonfirmasi bahwa tujuh orang mengalami luka akibat insiden tersebut dan sebanyak 10 rumah rusak akibat ledakan. “Akibat kejadian kebocoran tabung gas LPG tersebut terdapat 10 bangunan yang runtuh dengan 10 pintu yang terdiri dari rumah dan 7 korban luka,” kata Darto.
Darto menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika salah seorang warga bernama Sayuti hendak memasak di dapur. Saat menyalakan kompor gas, ternyata terjadi kebocoran pada tabung LPG. “Saat Saudari Sayuti, istri Idrus sedang menyalakan gas LPG yang letaknya berada di dapur, namun saat dinyalakan ternyata gas LPG tersebut dalam keadaan bocor sehingga terjadi ledakan,” jelasnya.
Komentar