Ledakan Gas LPG di Kebon Jeruk, Warga Cerita Nyaris Tertimpa Reruntuhan Rumah

Kebocoran tabung gas LPG memicu ledakan dahsyat di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seorang warga, Winda, menceritakan detik-detik menegangkan saat rumahnya bergetar dan tetangganya runtuh.

Ledakan Gas LPG di Kebon Jeruk, Warga Cerita Nyaris Tertimpa Reruntuhan Rumah
Foto: Seorang warga Kebon Jeruk menceritakan hampir tertimpa rumah runtuh saat terjadinya ledakan yang dipicu tabung gas bocor. (M Syahid/detikcom)

Sebuah ledakan gas LPG yang dipicu oleh kebocoran tabung kompor gas menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah rumah di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (5/11) dini hari itu membuat seorang warga, Winda, nyaris tertimpa reruntuhan rumah.

Ledakan terjadi sekitar pukul 04.20 WIB di Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02 Duri Kepa, Kebon Jeruk. Winda mengaku sedang tertidur lelap setelah menunaikan salat Subuh ketika suara ledakan mengagetkannya. Getaran hebat dari ledakan tersebut membuat kaca di rumahnya pecah, dan ia sempat mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.

“Saya lagi tidur. Ini kan langsung pecah, tadinya ada kacanya,” ujar Winda saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (6/11/2026). Ia bersyukur tidak mengalami cedera serius akibat pecahan kaca dan segera keluar dari rumahnya.

Saat keluar, Winda melihat rumah tetangganya mulai runtuh dengan suara bergemuruh. Keputusannya untuk segera menyelamatkan diri terbukti tepat. Ia nyaris tertimpa puing-puing bangunan jika tetap bertahan di dalam rumah.

“Saya lari ke sono, belum lari jauh, ‘bruk’. Kalau saya nunggu di sini mah saya udah ikut bawa itu. Jadi saya keluar lari ke sono, baru tuh rumah ‘brung’ gitu. Kayak bom,” tuturnya.

Dalam kondisi panik, Winda sempat nekat kembali ke dalam rumah untuk mengambil tas berisi uang, meskipun suaminya melarang karena khawatir akan keselamatannya.

Bagian atas rumah Winda dan dapurnya juga mengalami kerusakan parah akibat ledakan. Puing-puing atap yang hancur berserakan, memperlihatkan kondisi yang sama dengan rumah tetangganya. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena cucu dan anaknya yang biasanya tidur di area yang kini hancur, selamat dari insiden tersebut.

Winda mengaku masih merasakan syok dan terpukul atas kejadian yang menimpanya. Ia bahkan sempat menolak diwawancarai pada hari sebelumnya karena masih diliputi kesedihan dan kesulitan mengungkapkan perasaannya.

“Maksudnya kan gimana sih kejadiannya pagi-pagi, masih lagi tidur gitu lho. Jadi kayak ngomong aja nangis, ngomong aja nangis. Kalau kemarin saya diwawancarai nggak mau,” katanya.

Meskipun demikian, Winda berusaha bangkit dan berfokus pada pemulihan. “Udah mendingan, karena kita meratapi juga gimana, udah terjadi. Mau diapain lagi. Yang penting nyari duit bisa-bisa benerin lagi. Kalau ada bantuan ya alhamdulillah, kalau nggak ada ya gimana,” tambahnya.

Ketua RT setempat, Sarkat, melaporkan bahwa terdapat 10 rumah yang rusak akibat ledakan tersebut. Tiga korban luka berat, yaitu Idrus, Sauti, dan Fais, merupakan satu keluarga. Sauti mengalami luka bakar di kulit, sementara Idrus dan Fais terluka akibat tertimpa reruntuhan. Korban luka ringan lainnya, Waji, Kokom, Patih, Septi, dan Bambang, telah diizinkan pulang.

Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, mengonfirmasi bahwa tujuh orang terluka dalam insiden ini dan 10 bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari rumah dan unit lainnya. Ia menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika Sayuti, istri Idrus, hendak menyalakan kompor gas di dapur, namun ternyata tabung tersebut bocor sehingga memicu ledakan.

“Saat Saudari Sayuti, istri Idrus sedang menyalakan gas LPG yang letaknya berada di dapur, namun saat dinyalakan ternyata gas LPG tersebut dalam keadaan bocor sehingga terjadi ledakan,” jelas Darto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *