Pencarian Dramatis Satu Kru Heli Karhutla yang Jatuh di Perairan Seruyan

Petugas gabungan berupaya mengevakuasi satu jenazah kru helikopter MI-17 TNI AD yang terjepit di dalam badan pesawat yang tenggelam di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.

Pencarian Dramatis Satu Kru Heli Karhutla yang Jatuh di Perairan Seruyan
Foto laporan Helikopter Mi-17 Penerbad saat mengambil air di laut untuk pemadaman karhutla di TNTP pada Rabu (4/11/2026) siang, sesaat sebelum terjatuh. (Dok Polda Kalteng)

Tim gabungan masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI AD yang jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hingga kini, satu jenazah kru atas nama Sertu (Anm.) Heri Prasetyo belum berhasil diangkat karena diduga masih terjepit di dalam badan helikopter yang tenggelam.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan telah bertolak menuju lokasi kejadian setelah melepas keberangkatan dua jenazah korban dari Bandara Kuala Pembuang. Pangdam berharap kru yang belum ditemukan dapat segera dikeluarkan dari badan helikopter.

“Ini masih proses pencarian. Mudah-mudahan hari ini bisa kita keluarkan dari pesawat (helikopter) yang di dalam air,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin, seperti dikutip dari detikKalimantan.

Dukungan penuh datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan. Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agus Supriadi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan kapal berukuran besar beserta peralatan selam untuk membantu proses evakuasi. Koordinasi dengan Basarnas juga telah dilakukan.

“Saat ini proses penyelamatan dilakukan di titik lokasi, karena masih ada satu orang yang terjepit di dalam kabin helikopter,” ungkap Agus Supriadi.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, dan Basarnas. Seluruh personel bekerja sama untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalam badan pesawat.

Agus Supriadi menjelaskan bahwa titik jatuhnya helikopter berjarak sekitar 11 kilometer ke arah barat dari Pelabuhan Segintung. Posisi helikopter tidak jauh dari kawasan teluk yang biasa digunakan untuk pengambilan air menggunakan water bucket dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau informasinya tidak terlalu jauh dari bibir pantai. Namun, posisi pengambilan air memang agak ke dalam. Diperkirakan jaraknya lebih dari satu kilometer dari bibir pantai,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *