Bentrok Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie: 1 Tewas, Belasan Luka

Upaya penertiban bendera Bulan Bintang di Pidie berujung ricuh. Satu warga tewas dan 13 lainnya luka-luka akibat bentrokan dengan aparat.

Bentrok Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie: 1 Tewas, Belasan Luka
Foto: TNI AD bersama unsur terkait menertibkan pengibaran Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Aceh. (dok Istimewa/repro)

Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melakukan penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Aceh. Upaya penurunan bendera tersebut diwarnai perlawanan hingga menimbulkan kericuhan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/11) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI dan Polri telah berupaya melakukan pendekatan persuasif dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil karena panitia bersikeras mempertahankannya.

Situasi memanas saat proses penertiban di Desa Pulo Keunari. Menurut keterangan Dispenad pada Kamis (5/11/2026), terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel telah berusaha menenangkan dan membubarkan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan bertahap yang diawali dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.

Setelah massa membubarkan diri, personel TNI berhasil menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban. Satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazahnya telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB dini hari di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.

Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

“Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel,” demikian pernyataan TNI AD.

Hingga pukul 04.30 WIB pagi tadi, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif. Personel TNI tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *