Pemprov DKI Tekan Angka Tawuran dengan Fasilitas Olahraga dan Liga Aspal

Angka tawuran di Jakarta Timur menurun drastis berkat penyediaan fasilitas olahraga dan rencana pengembangan liga aspal oleh Pemprov DKI.

Pemprov DKI Tekan Angka Tawuran dengan Fasilitas Olahraga dan Liga Aspal
Foto: (Brigitta Belia Permata Sari/detikcom)

Angka tawuran di wilayah Jakarta Timur dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Data dari Polres Metro Jakarta Timur menunjukkan penurunan dari 132 kejadian pada tahun 2025 menjadi hanya 22 kasus sejak Januari hingga Oktober 2026. Khusus setelah peresmian fasilitas olahraga oleh Gubernur DKI Jakarta pada Mei 2026 hingga Oktober, tercatat hanya 13 kejadian tawuran.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan bahwa salah satu strategi utama untuk menekan angka tawuran adalah dengan menyediakan fasilitas olahraga yang memadai bagi kaum muda. Upaya ini sebelumnya telah diwujudkan dengan pembangunan fasilitas serupa di kawasan Pasar Seno, Jakarta Timur, yang terbukti rutin digunakan warga.

Melihat antusiasme yang tinggi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melanjutkan pembangunan fasilitas olahraga tinju di kolong Flyover Kampung Melayu, yang rampung pada 23 Oktober 2026. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kampung Melayu, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh anak muda dari berbagai wilayah lain di Jakarta Timur, seperti Bali Mester, Kampung Melayu Seberang, Cipinang Besar Utara, Cipinang Besar Selatan, Bidara Cina, dan sebagian wilayah Matraman.

Menariknya, pengelola fasilitas olahraga ini juga melibatkan anak-anak muda yang sebelumnya memiliki kebiasaan terlibat tawuran. Mereka diberikan kepercayaan untuk mengelola fasilitas tersebut, yang direncanakan beroperasi pada pagi hari pukul 08.00-11.00 WIB dan sore hingga malam hari pukul 16.00-21.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya penyediaan ruang aktivitas positif bagi anak muda sebagai langkah krusial untuk mengurangi tawuran. Ia juga menyetujui rencana pengembangan liga sepak bola jalanan atau liga aspal di wilayah Jakarta lainnya.

“Intinya bahwa energi ataupun kelebihan yang dimiliki oleh anak-anak muda kita itu tersalurkan dengan baik,” ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa wilayah lain di Jakarta diizinkan untuk menggelar liga aspal atau liga serupa dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, termasuk Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), asalkan tidak merusak taman.

Pramono menilai bahwa penyediaan fasilitas olahraga dan kegiatan positif dapat menjadi sarana efektif untuk mengalihkan energi anak muda dari aktivitas negatif, termasuk tawuran. Kawasan Manggarai disebut sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari Pemprov DKI terkait persoalan tawuran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *