Madiun – Dwi Bagus Martono (40), pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), ternyata sempat ikut dalam upaya pencarian dan pelaporan kehilangan korban ke polisi. Kakak korban, Rismono (41), menceritakan sandiwara yang dilakukan Bagus.
Menurut Rismono, laporan kehilangan orang tua dan anak tersebut dibuat di Polres Madiun pada tanggal 5 Oktober. Bagus turut serta dalam pencarian tersebut atas ajakan keluarga Dini.
Saat itu, Bagus sempat menyampaikan beberapa informasi kepada keluarga Dini mengenai keributan yang terjadi di ayam penyet, hotel, dan di Stasiun Madiun. Ia juga menyebutkan ada rencana untuk pergi ke Sarangan.
Rismono mengungkapkan bahwa Bagus mengaku sempat meninggalkan Dini di Stasiun Madiun. Namun, fakta yang terungkap kemudian adalah Bagus telah menghilangkan nyawa Dini dan anaknya di sebuah hotel.
Keluarga korban, bersama Bagus, melakukan pencarian intensif dari tanggal 5 hingga 10 Oktober ke berbagai lokasi, termasuk Madiun, Ponorogo, hingga Cilacap. Sempat ada rencana untuk pergi ke Surabaya, namun dibatalkan.
Bagus sempat mengusulkan untuk mencari ke Surabaya dan mengajak empat orang temannya. Rismono menolak ajakan tersebut karena merasa tidak nyaman dengan kehadiran teman-teman Bagus.
Selama masa pencarian dan pelaporan, Bagus tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Sikapnya terlihat biasa saja, sehingga Rismono dan keluarga tidak menaruh curiga.
Sementara itu, jenazah Dini Hardiyanti dan AGEF telah dimakamkan dalam satu liang lahat di Megamendung, Bogor, pada hari ini. Prosesi pemakaman tersebut diiringi oleh isak tangis keluarga dan kerabat yang hadir.
Komentar