DEPOK – Aksi pencurian motor dengan modus penukaran terjadi di Jalan Cagar Alam, Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial P (64) menjadi korban ketika motor Honda Revo miliknya ditukar dengan motor Honda Astrea C100 yang dibawa pelaku.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pelaku mendatangi korban dengan mengendarai Honda Astrea C100 dan membawa sebuah kardus berisi kipas angin. Pelaku kemudian meminta izin untuk meminjam motor korban dengan alasan ingin mengambil kunci bagasi untuk mengisi bensin.
Meskipun korban sempat menawarkan untuk mengantar mengambil kunci di rumahnya, pelaku bersikeras ingin meminjam motor saja. “Pelaku modus mau minjem motor buat ambil kunci bagasi motor, untuk isi bensin. Bapak aku udah mau anterin ke rumahnya buat ambil kunci, tapi pelaku keukeuh mau minjem motor aja,” ujar anak korban, Okta (27), pada Jumat (6/11/2025).
Namun, setelah motor korban dibawa pergi, pelaku tidak kunjung kembali. Motor korban berhasil dibawa kabur, sementara motor Honda Astrea yang digunakan pelaku serta kipas angin ditinggalkan di lokasi kejadian. “Jam 07.07 WIB pelaku berhasil bawa kabur motor bapak aku. Motor dan barang-barang yang dibawa pelaku di tinggal di rumah aku,” ungkap Okta.
Satu jam berselang, Ketua RT setempat bersama pihak kepolisian yang merupakan tetangga korban mendatangi lokasi untuk mengecek situasi. Korban sendiri masih menunggu pelaku hingga malam hari.
Pada Jumat (6/11) pagi, korban memutuskan untuk mengunggah kejadian tersebut ke media sosial. Postingan ini rupanya menarik perhatian pihak kepolisian dan pemilik asli motor Honda Astrea. Pada siang harinya, polisi dan pemilik motor Astrea mendatangi rumah korban.
Terungkap bahwa motor Honda Astrea yang ditinggalkan pelaku ternyata juga merupakan hasil curian. Korban kemudian diarahkan ke Polsek Pancoran Mas untuk membuat laporan terkait motor Astrea tersebut, sementara korban berstatus sebagai saksi. Okta menambahkan, jika ayahnya ingin membuat laporan sebagai korban pencurian Revo, prosesnya akan dibuatkan laporan terpisah.
Okta menduga ayahnya menjadi korban hipnotis. Hal ini dikarenakan korban hanya sempat berpapasan sekali dengan pelaku di sebuah minimarket dan tidak benar-benar mengenalnya. “Nah itu kak, mungkin nggak ya bapak aku kesirep (hipnotis)? Nggak ada hubungan apa-apa. Awalnya bapak aku bilang kenal sama orang itu, tapi ditanya lagi kenal cuma sekali lewat aja pernah nyapa di Minimarket. Jadi bukan yang benar-benar kenal kayak tetangga atau tau rumahnya dimana,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku. “Iya dalam penyelidikan,” ujar AKBP Made saat dihubungi.
Komentar