Modus Baru Pencurian Motor di Depok: Tukar dengan Motor Curian dan Kipas Angin

Pelaku curanmor di Depok beraksi dengan menukar motor korban dengan motor curian lain, meninggalkan kipas angin sebagai modus penipuan. Polisi masih menyelidiki.

Modus Baru Pencurian Motor di Depok: Tukar dengan Motor Curian dan Kipas Angin
Ilustrasi, (Foto: AI Prompt/ Agung Pambudhy)

Sebuah modus pencurian kendaraan bermotor yang tidak biasa terjadi di Depok, Jawa Barat. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Revo milik seorang pria berinisial P (64) dengan cara menukarnya menggunakan sepeda motor Honda Astrea C100 yang ternyata juga hasil curian, serta sebuah kipas angin.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/11/2026) pagi di Jalan Cagar Alam, Depok. Pelaku awalnya mendatangi korban dengan mengendarai Honda Astrea C100 miliknya yang juga membawa kardus berisi kipas angin. Pelaku kemudian meminta izin untuk meminjam motor korban dengan alasan hendak mengambil kunci bagasi motor untuk mengisi bensin.

Meskipun korban awalnya menawarkan untuk mengantar pelaku mengambil kunci di rumahnya, pelaku bersikukuh ingin meminjam motor korban saja. “Pelaku modus mau minjem motor buat ambil kunci bagasi motor, untuk isi bensin. Bapak aku udah mau anterin ke rumahnya buat ambil kunci, tapi pelaku keukeuh mau minjem motor aja,” ujar anak korban, Okta (27), pada Jumat (6/11).

Setelah berhasil meminjam motor korban, pelaku tidak kunjung kembali. Motor korban dibawa kabur, sementara motor Honda Astrea dan kipas angin ditinggalkan di lokasi kejadian. “Jam 07.07 WIB pelaku berhasil bawa kabur motor bapak aku. Motor dan barang-barang yang dibawa pelaku ditinggal di rumah aku,” ungkap Okta.

Kecurigaan muncul ketika satu jam kemudian, ketua RT dan pihak kepolisian yang merupakan tetangga korban mendatangi lokasi untuk mengecek motor yang ditinggalkan. Korban sempat menunggu pelaku hingga malam hari.

Pada Jumat (6/11) pagi, korban mengunggah kejadian tersebut ke media sosial. Unggahan ini rupanya menarik perhatian polisi dan pemilik asli motor Honda Astrea. Sekitar pukul 14.00 WIB, polisi dan pemilik motor Astrea yang asli mendatangi rumah korban. Diketahui bahwa motor Astrea yang digunakan pelaku juga merupakan hasil curian.

Korban kemudian diarahkan untuk membuat laporan di Polsek Pancoran Mas. “Disuruh ke Polsek Pancoran Mas untuk buat laporan Astrea, bapak aku hanya sebagai saksi. Kalau mau sebagai korban infonya nanti dibuatkan laporan lagi ke polsek,” tutur Okta.

Okta menduga ayahnya menjadi korban hipnotis. Ia menjelaskan bahwa ayahnya sempat mengatakan mengenal pelaku, namun setelah ditanya lebih lanjut, hanya pernah berpapasan dan disapa sekali di minimarket. “Nah, itu, Kak, mungkin nggak ya bapak aku kesirep (hipnotis)? Nggak ada hubungan apa-apa. Awalnya bapak aku bilang kenal sama orang itu, tapi ditanya lagi kenal cuma sekali lewat aja pernah nyapa di minimarket. Jadi bukan yang benar-benar kenal kayak tetangga atau tahu rumahnya di mana,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku. “Iya, dalam penyelidikan,” ujar AKBP Made saat dihubungi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *