Yogyakarta – Massa dari Forum Kebangsaan Yogyakarta menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terpasang di Ruang Banggar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menganggap aksi tersebut sebagai ekspresi kemarahan rakyat.
“Itu kemarahan rakyat. Karena manipulasi kekuasaan yang meloloskan Gibran kan terbongkar,” ujar Guntur kepada wartawan pada Jumat, 6 November 2026.
Guntur Romli merujuk pada pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak ada bukti ijazah SMA atau sederajat Gibran. Ia juga menyebut putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) menyatakan surat keterangan (suket) SMA/sederajat Gibran tidak sah dan batal demi hukum.
“Ada selundupan Pasal 18 ayat (3) di PKPU No 19/2023. Putusan MK No 90/2023 sarat dengan pelanggaran etik berat sehingga MKMK memecat Anwar Usman paman Gibran dari Ketua MK,” jelas Guntur.
Menurut Guntur, wajar jika rakyat marah karena Gibran dianggap lolos sebagai Calon Wakil Presiden 2024 melalui proses manipulasi kekuasaan yang menghalalkan segala cara.
Peristiwa penurunan foto Gibran sendiri terjadi pada Rabu, 4 November siang. Sebelum audiensi dimulai, beberapa anggota massa aksi mendatangi foto Gibran yang terpasang di sisi kanan mimbar. Aksi tersebut kemudian diikuti oleh seluruh massa forum yang hadir.
Salah seorang massa aksi terdengar meneriakkan, “Bismillahirohmanirohim, kita turunkan berhala!” sembari menurunkan foto Gibran di Ruang Banggar Kantor DPRD DIY. Aksi tersebut disambut sorak sorai dan ucapan syukur oleh massa lainnya. Foto Gibran kemudian diletakkan di bawah, dan massa berfoto bersama dengan foto yang telah diletakkan di lantai.
Massa lain mengingatkan, “Jangan dirusak, jangan dirusak.”
Forum Kebangsaan Yogyakarta diketahui beranggotakan sejumlah aktivis dan tokoh. Salah satunya adalah mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi, yang bertindak sebagai pelindung dalam forum tersebut. Muhammad Chirzin menjabat sebagai Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta.
Mengenai alasan aksi penurunan foto Gibran, Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta, Muhammad Chirzin, menyatakan, “Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati.”
Komentar