JAKARTA – Black box helikopter Mi-17 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, telah ditemukan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa tiga prajurit TNI Angkatan Darat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, menyatakan bahwa kesimpulan mengenai faktor penyebab kecelakaan belum dapat disampaikan. “Terkait penyebab kecelakaan helikopter yang terjadi di Kalimantan saat melaksanakan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga saat ini kami belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai faktor penyebab kecelakaan tersebut,” kata Donny.
Black box yang berhasil ditemukan diharapkan dapat memberikan data krusial mengenai kondisi penerbangan dan komunikasi di dalam kokpit sebelum insiden tragis tersebut terjadi. Tim investigasi masih bekerja keras untuk mendalami seluruh aspek guna mengetahui kronologi dan faktor-faktor yang berkontribusi pada kecelakaan.
“Saat ini, tim investigasi masih terus melakukan pendalaman secara menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan,” ujar Donny. Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan ruang bagi tim investigasi agar dapat bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan di lapangan.
Kecelakaan helikopter Mi-17 ini menyebabkan tiga prajurit TNI gugur, yaitu Sertu (anumerta) Heri, Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio. Helikopter tersebut sedang dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Sebelum insiden, Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Kecelakaan terjadi saat helikopter tengah melakukan manuver pengambilan air laut untuk keperluan water bombing. “Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman Karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” demikian keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) sebelumnya.
Dalam insiden tersebut, lima orang berhasil selamat dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kuala Pembuang.
Komentar