Remaja 17 Tahun Meninggal Akibat Dibakar Nenek di Depok

Seorang remaja perempuan 17 tahun di Depok meninggal dunia setelah dibakar oleh neneknya sendiri. Korban mengalami luka bakar 80% dan sempat koma.

Remaja 17 Tahun Meninggal Akibat Dibakar Nenek di Depok
Foto: Seorang nenek di Depok kalut dalam lelah. Kekesalan tak tertahan hingga diduga membakar cucunya sendiri karena tak menjemput. (dok Istimewa)

DEPOK – Seorang remaja perempuan berinisial LA (17) meninggal dunia pada Minggu (8/11/2026) pukul 11.45 WIB, setelah mengalami luka bakar serius akibat dibakar oleh neneknya, M (64). Peristiwa tragis ini terjadi di Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Menurut Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar Bekti, jenazah korban akan dibawa dari RS Fatmawati menuju rumah duka untuk dimakamkan pada hari yang sama. LA sebelumnya sempat mengalami koma sejak Jumat (30/10) akibat luka bakar yang mencapai 80% dari total luas tubuhnya.

Peristiwa pembakaran tersebut terjadi pada Senin (26/10) sekitar pukul 13.40 WIB. Kronologi bermula ketika M meminta LA untuk menjemputnya di rumah seorang teman. Namun, korban tidak memenuhi permintaan tersebut dan memilih untuk pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, M mendapati LA sedang bermain ponsel. Kemarahan M memuncak setelah menegur korban. Ia kemudian mengambil minyak tanah, menyiramkannya ke tubuh LA, dan melemparkan korek gas hingga membakar rok korban. Api dengan cepat menjalar ke tubuh korban.

Pelaku sempat berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke tubuh LA. Saksi mata bernama Martin mengaku mendengar teriakan korban yang kesakitan dan meminta tolong. “Kayak dengar minta tolongnya itu sih ya agak lumayan lama. Cuma kan kita juga mau lihat karena pintunya dikunci, jadi kita nggak bisa lihat gitu kan. Dan yang lebih lebih kita ininya tuh semakin kencang dan teriak ‘Sakit, ya Allah, Allahu Akbar’ ,” ungkap Martin.

Teriakan tersebut mendorong Martin dan tetangga lain untuk mendobrak pintu rumah yang terkunci. Saat berhasil masuk, mereka mendapati korban sudah tergeletak dengan kondisi luka bakar yang parah.

Dalam perkembangan penyelidikan, terungkap bahwa M diduga pernah menganiaya LA hingga mencukur rambutnya hingga botak di masa lalu. Kuasa hukum korban, Didiy Puji Riyanto, menyatakan bahwa informasi pencukuran rambut korban sudah lama terjadi. Ia juga menambahkan bahwa M bukanlah nenek kandung LA, melainkan ipar dari nenek korban.

Berdasarkan pengakuan teman-teman korban, LA kerap mengalami kekerasan fisik dari M sejak duduk di bangku SMP. Korban yang kini duduk di kelas III SMA dilaporkan sering menangis di sekolah dan menunjukkan bekas lebam serta memar akibat penganiayaan tersebut. Peristiwa cekcok antara korban dan pelaku juga dilaporkan sering terjadi di rumah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *