Modul Bahasa Iha Disusun TEP UNPAD Bersama Dewan Adat Bomberay

Tim Ekspedisi Patriot UNPAD menyusun modul bahasa Iha bersama Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak untuk mendukung program Patriot Cilik di Papua Barat.

Modul Bahasa Iha Disusun TEP UNPAD Bersama Dewan Adat Bomberay
Foto: dok. Kementrans

Siswa sekolah dasar di lima sekolah di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini memiliki kesempatan untuk belajar bahasa Iha dan mengenal praktik cinta Tanah Air melalui program Patriot Cilik. Untuk mendukung pembelajaran di kelas, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP UNPAD) telah menyusun modul pembelajaran bahasa Iha bekerja sama dengan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

Dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang secara interaktif, tim TEP UNPAD mengajak para siswa untuk mengidentifikasi contoh-contoh cinta Tanah Air dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini mencakup pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati teman sebaya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala SD Inpres 3 Bomberay, Sukiman, menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi metode tim dalam mengaitkan pendidikan karakter dengan kebiasaan sehari-hari siswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sukiman dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (8/11/2026).

Melalui modul yang telah disusun, TEP UNPAD dan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak berupaya memperkenalkan bahasa Iha kepada anak-anak di kawasan transmigrasi tersebut. Ketua I Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak menyatakan harapannya agar pengenalan bahasa daerah ini di lingkungan sekolah dapat mendorong anak-anak untuk menggunakannya dalam keseharian.

“Kami berharap bahasa daerah ini dapat semakin dikenal, dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahasa Iha merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mbaham Matta Fakfak yang perlu kita jaga bersama,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Transmigrasi RI (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa TEP dibentuk dengan tujuan membawa keahlian perguruan tinggi langsung ke kawasan transmigrasi. “Melalui Tim Ekspedisi Patriot, kami ingin SDM-SDM unggul hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *