Kelalaian Petugas Picu Tabrakan Maut Kereta Api di Inggris Tahun 1910

Kecelakaan kereta api Hawes Junction 1910 di Inggris terjadi akibat kelalaian petugas sinyal yang lupa mengatur persinyalan, menyebabkan tabrakan maut.

Kelalaian Petugas Picu Tabrakan Maut Kereta Api di Inggris Tahun 1910
Foto: Kecelakaan Kereta Api Hawes Junction (Wikimedia Common)

Sebuah tragedi maut di Inggris pada 24 Desember 1910, tepatnya di dekat Hawes Junction, Midland Railway, menjadi saksi bisu bagaimana kelalaian manusia dapat berujung pada bencana. Kecelakaan Kereta Api Hawes Junction ini dipicu oleh seorang petugas sinyal yang lupa mengatur persinyalan, menyebabkan tabrakan yang tak terhindarkan antara kereta api ekspres malam dan dua lokomotif tunggal.

Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.49 pagi waktu setempat. Kereta api ekspres malam rute St. Pancras menuju Glasgow melaju dengan kecepatan tinggi dan tak sempat mengerem saat menabrak dua lokomotif tunggal yang melaju lebih lambat di jalur yang sama. Benturan keras membuat dua gerbong terdepan saling menghantam dan bertumpukan, menciptakan pemandangan yang mengerikan.

Tak lama setelah tabrakan, kebocoran gas dari salah satu gerbong memicu kobaran api yang dengan cepat membesar. Angin kencang yang berembus di lokasi kejadian memperparah situasi, menjadikan api semakin ganas. Penumpang dan warga sekitar segera berupaya memadamkan api menggunakan ember air. Mereka bahkan mencoba membongkar dinding gerbong dengan kapak dan linggis demi menyelamatkan korban yang terperangkap di dalamnya.

Namun, upaya pemadaman terhambat oleh asap yang sangat tebal, hembusan angin yang kencang, serta minimnya peralatan pemadam yang memadai. Kondisi tersebut memaksa para penolong untuk mundur. Meskipun petugas berhasil melepaskan dan menarik gerbong bagian belakang menjauh dari lokasi, enam gerbong bagian depan tak dapat diselamatkan dan habis terbakar.

Akibat peristiwa tragis ini, sebanyak 12 penumpang tewas di dalam dua gerbong terdepan yang hancur dan terbakar. Selain korban jiwa, seluruh kru mesin dari kereta ekspres dan lokomotif, yang terdiri dari 4 masinis dan 4 juru api, mengalami luka-luka. Sembilan penumpang lainnya juga mengalami luka fisik, sementara 13 penumpang lainnya menderita syok akibat kejadian tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa penyebab utama kecelakaan ini adalah kelalaian petugas sinyal Sutton. Petugas tersebut menempatkan dua lokomotif tunggal, yaitu No. 548 dan 448, di jalur utama (down main line) untuk menunggu giliran diberangkatkan ke Carlisle. Namun, ia sepenuhnya lupa bahwa kedua lokomotif tersebut masih berada dan berhenti di jalur tersebut.

Kelupaan petugas sinyal ini terjadi lantaran perhatiannya teralih saat sibuk mengatur pergerakan lokomotif-lokomotif lain di area lansir stasiun. Terlebih lagi, ia sedang berupaya menyeberangkan dua lokomotif menuju jalur peron belakang untuk diberangkatkan ke Leeds, di tengah tingginya volume lalu lintas kereta pada saat itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *