JAKARTA – Majalahnusantara.id – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) resmi menggandeng PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) dalam program penguatan ketahanan pangan nasional melalui penanaman perdana Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) dan kacang edamame di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret kolaborasi strategis antara organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia dengan sektor swasta dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Penanaman perdana dilakukan langsung oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, bersama Direktur Utama PT MBI, Fachri Yulizar. Turut hadir Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar S.I.P., M.A.P., Kepala Buperta Cibubur Budy Sugandi, M.Sc., Ph.D., perwakilan Koperasi Kosgoro, jajaran Komisaris PT MBI, Kepala Desa Nanggerang Sukabumi, serta sejumlah tamu undangan.
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Ketua Kwarnas, Budi Waseso, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kwarnas dan PT MBI, sekaligus bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sektor pangan.
“Tujuan kerja sama ini untuk mewujudkan swasembada pangan. Pisang Barangan Jumbo Merah dan edamame akan kita kembangkan secara masif di seluruh Indonesia dengan menggerakkan potensi anggota Pramuka,” tegas Budi Waseso.
Ia menambahkan, sesuai arahan Menteri Pertanian, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang tangguh dan profesional di sektor pertanian.
“Harapannya, dari program ini lahir generasi muda yang handal, produktif, dan siap menjadi pelaku utama pertanian modern,” ujarnya.
5 Hektare Jadi Kebun Percontohan Nasional
Sebagai tahap awal, Kwarnas menyiapkan lahan seluas 5 hektare di Buperta Cibubur yang akan dijadikan kebun percontohan nasional. Pada fase pertama, penanaman dilakukan di atas lahan 1 hektare dengan 1.300 bibit Pisang Barangan Jumbo Merah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) PT MBI.
Direktur Utama PT MBI, Fachri Yulizar, menjelaskan bahwa penanaman dilakukan secara bertahap hingga seluruh lahan 5 hektare tertanami.
“Perdana kita tanam 1.300 pohon pisang di lahan 1 hektare. Selanjutnya akan dilakukan secara bertahap sampai seluruh lahan siap produksi,” jelas Fachri.
Model tanam yang digunakan adalah sistem tumpangsari, di mana lahan pisang akan diselingi penanaman kacang edamame.
Panen Edamame Dua Kali Sebelum Pisang Berbuah
Fachri mengungkapkan, masa tanam hingga panen Pisang Barangan Jumbo Merah membutuhkan waktu sekitar 11 bulan. Dalam masa tunggu tersebut, lahan dimanfaatkan untuk menanam edamame yang dapat dipanen dua kali.
“Menunggu panen pisang, edamame bisa dipanen dua kali. Ini strategi optimalisasi lahan agar produktivitas maksimal,” ujarnya.
Skema ini dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus mempercepat perputaran hasil produksi.
Libatkan Petani Binaan dan Petani Lokal
Untuk mengelola lahan 5 hektare tersebut, PT MBI akan menerjunkan petani binaan yang telah berpengalaman, serta menggandeng petani lokal di kawasan Buperta Cibubur.
“Kita kolaborasikan petani binaan PT MBI dan petani lokal. Harapannya hasil optimal dan program ini benar-benar berdampak pada penguatan ketahanan pangan nasional,” tandas Fachri.
Kebun percontohan ini dijadwalkan menjadi salah satu etalase utama dalam sejumlah agenda nasional mendatang, termasuk Jambore HKTI yang akan diikuti sekitar 30 ribu peserta, serta Jambore Nasional Pramuka pada 13 Agustus 2026.
Dengan kolaborasi ini, Gerakan Pramuka tidak hanya dikenal sebagai organisasi pendidikan karakter, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian pangan berbasis generasi muda. (Ade)