Jakarta, Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB FORMULA) menyatakan sikap tegas terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilai ikut dalam Board of Peace (BoP) yang digagas oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.Selasa (10/3/2026)
PB FORMULA menilai langkah tersebut berpotensi menjadi blunder diplomatik yang dapat merugikan posisi Indonesia di kancah internasional serta melemahkan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Ketua Umum PB FORMULA, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, bersama Sekretaris Jenderal Ust. Nandang Sektiyo S.IP, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal dengan politik bebas dan aktif.
“Keikutsertaan Indonesia dalam forum yang diprakarsai oleh kepentingan Amerika Serikat dan Israel dikhawatirkan dapat mereduksi posisi netral Indonesia serta tidak sejalan dengan amanat konstitusi untuk menentang segala bentuk penjajahan di dunia,” demikian pernyataan PB FORMULA dalam rilis yang diterima media, Selasa (10/3/2026).
PB FORMULA juga menilai bahwa langkah tersebut berpotensi melemahkan kredibilitas Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten membela perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional.
Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa forum tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan geopolitik yang tidak sepenuhnya mencerminkan upaya perdamaian yang adil bagi semua pihak.
Organisasi tersebut juga menyoroti kemungkinan adanya beban finansial yang besar yang harus ditanggung Indonesia dalam keikutsertaan forum tersebut, termasuk potensi keterlibatan sumber daya negara yang dinilai tidak tepat di tengah situasi konflik internasional yang kompleks.
PB FORMULA bahkan menilai bahwa keberadaan Board of Peace berpotensi mengabaikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga internasional resmi dalam upaya penyelesaian konflik global.
Atas berbagai pertimbangan tersebut, PB FORMULA secara tegas menghimbau Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menarik Indonesia keluar dari keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP).
PB FORMULA menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan populasi Muslim terbesar di dunia harus tetap konsisten menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif serta berdiri pada posisi yang jelas dalam mendukung keadilan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.(nR)



