BerandaSPPGDapur SPPG Pasir Kuda Cikaret Tuai Sorotan: Investigasi FJP2, Janji Perbaikan MBG...

Dapur SPPG Pasir Kuda Cikaret Tuai Sorotan: Investigasi FJP2, Janji Perbaikan MBG Ibu Menyusui Dipertanyakan

Kota Bogor – Majalahnusantara.id – 26/02/2026 – Komitmen perbaikan dalam distribusi Program Makan Bergizi (MBG) bagi ibu menyusui di Kelurahan Cikaret, Kota Bogor, kembali dipertanyakan. Tim investigasi Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) menemukan indikasi bahwa paket makanan yang disalurkan Dapur SPPG Pasir Kuda belum mengalami perubahan signifikan, meski sebelumnya pihak pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Sorotan ini mencuat setelah distribusi MBG periode 26–28 Februari 2026 kembali dilakukan di wilayah Cikaret. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, menu dan komposisi paket yang diterima para ibu menyusui dinilai masih identik dengan distribusi sebelumnya yang telah menuai kritik.

Salah satu anggota tim investigasi FJP2, H. Tb. Murad Hasanuddin, mengungkapkan pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada pengelola dapur melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, pihak dapur sebelumnya menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan.
“Disampaikan kemarin akan ada perbaikan. Namun faktanya belum ada perubahan. Masih sama seperti MBG B3 tiga hari lalu,” ujar Murad.
Tim investigasi mencatat belum terlihat peningkatan variasi menu maupun penyesuaian komposisi gizi yang terukur. Padahal, program MBG dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, termasuk ibu menyusui yang membutuhkan asupan seimbang dengan kandungan protein, kalori, vitamin, dan mineral yang memadai untuk menunjang kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
Sejumlah penerima manfaat yang ditemui di lapangan mengaku belum merasakan adanya perbedaan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas menu. Mereka berharap evaluasi yang dijanjikan tidak berhenti sebatas pernyataan, melainkan diwujudkan dalam langkah perbaikan nyata.
FJP2 menilai persoalan ini bukan semata soal teknis distribusi, melainkan menyangkut akuntabilitas pelaksanaan program publik. Dapur penyedia semestinya memastikan kualitas bahan baku, standar pengolahan, serta kecukupan gizi sesuai pedoman teknis yang berlaku. Tanpa pengawasan ketat dan transparansi komposisi menu, tujuan program dikhawatirkan tidak tercapai secara optimal.
Selain itu, FJP2 mendorong adanya audit internal serta pelibatan tenaga ahli gizi independen untuk mengevaluasi kesesuaian menu dengan kebutuhan ibu menyusui. Pelaporan terbuka kepada publik dinilai penting agar program berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pengelola Dapur SPPG Pasir Kuda terkait langkah konkret perbaikan yang telah atau akan dilakukan. FJP2 menegaskan akan terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi MBG benar-benar memenuhi standar serta hak penerima manfaat terlindungi secara layak.(Ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News