Bogor, – Majalah nusantara.id – PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk menegaskan komitmennya untuk mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan dalam penanganan insiden kepulan asap di kawasan Tambang Emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Java Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM, Agustinus Toko Susetio, menyampaikan bahwa proses evakuasi korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan, meskipun dihadapkan pada tantangan berat dan risiko tinggi di lapangan.
“Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Perlu kami tegaskan bahwa seluruh korban merupakan warga masyarakat, bukan pegawai maupun kontraktor PT ANTAM, dan berada di area non-operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar
Agustinus dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, lokasi ditemukannya para korban berada di medan yang sangat sulit dijangkau dan berbahaya. Proses evakuasi pun berlangsung penuh kehati-hatian mengingat tingginya risiko keselamatan bagi petugas.
Bahkan, dalam beberapa tahapan evakuasi, tim sempat menghadapi longsoran batu yang berpotensi membahayakan.
“Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan prosedur ketat dan penuh kehati-hatian demi memastikan keselamatan seluruh personel di lapangan,” jelasnya.
Selain kondisi medan, upaya evakuasi juga terkendala keberadaan tembok pengaman yang dibangun perusahaan sebagai bagian dari upaya pencegahan aktivitas penambangan ilegal tanpa izin (PETI). Keberadaan tembok tersebut membuat akses menuju lokasi korban menjadi lebih terbatas, namun tim tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan.
“Meski akses cukup sulit, proses evakuasi tetap kami laksanakan secara optimal dengan mengedepankan prinsip keselamatan,” tambah Agustinus.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Terkait kemunculan kepulan asap di area tersebut, Agustinus menyampaikan bahwa penyebab pasti masih dalam tahap investigasi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait. Hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan masih terdeteksinya gas berbahaya, seperti karbon monoksida, di beberapa titik dengan kadar di atas ambang batas aman, meskipun intensitas asap dilaporkan mulai berangsur menurun.
“PT ANTAM menunggu hasil investigasi yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan berkomitmen menjalankan penanganan insiden ini secara profesional, humanis, serta selalu mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Sebagai penutup, PT ANTAM menegaskan sikap tegas dalam mengamankan seluruh wilayah operasional dari aktivitas penambangan ilegal tanpa izin. Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan sistem pengamanan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa serta memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.( Ade)