BerandaRagam BudayaTugu Kujang Bukan Sekadar Ikon Kota, Ki Ahmad Tavip Ajak Generasi Muda...

Tugu Kujang Bukan Sekadar Ikon Kota, Ki Ahmad Tavip Ajak Generasi Muda Mengenal Sejarah dan Budaya Bogor

Kota Bogor || Majalahnusantara.id – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah. Salah satu simbol yang tidak terpisahkan dari Kota Bogor adalah Tugu Kujang, yang hingga kini menjadi ikon sekaligus identitas kota.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Rancage Manunggal Rasa ‘Ki Ahmad Tavip Budiman, S.Ag., M.Si., saat menghadiri rangkaian peringatan HJB ke-544 di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (7/6/2026).
Menurut Ki Tavip, Tugu Kujang bukan hanya sekadar monumen atau penanda kota, melainkan simbol sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Bogor yang memiliki keterkaitan erat dengan kejayaan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran.

“Tugu Kujang dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran yang pernah berpusat di Bogor. Kujang sendiri merupakan senjata pusaka khas Sunda yang melambangkan kekuatan, kesucian, kehormatan, dan kewibawaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tugu Kujang diresmikan pada 14 Mei 1982 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, almarhum Solihin G.P., ketika Kota Bogor dipimpin oleh almarhum H. Ahmad Sobana sebagai Wali Kota Bogor. Pembangunan monumen tersebut menelan biaya sekitar Rp80 juta.
Dengan tinggi sekitar 25 meter dan luas dasar 26 x 23 meter, Tugu Kujang menjadi salah satu landmark paling dikenal di Kota Bogor. Sementara kujang yang berada di puncaknya memiliki berat sekitar 800 kilogram.
Tak hanya memiliki nilai sejarah, Tugu Kujang juga menyimpan filosofi yang mendalam. Lima lubang pada bilah kujang serta bentuk dasar tugu yang menyerupai segi lima melambangkan lima sila Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Tugu Kujang menjadi simbol identitas budaya Sunda sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang,” kata Ki Tavip.
Ucapan terimakasih disampaikan kepada seluruh panitia dan sponsor terutama Pemerintah Kota Bogor,Disparbud,Yayasan Dangiang Sapta Djati Siliwangi, Gerakan Solidaritas Bogor, PGRI dan seluruh Sponsor sang telah mendukung kegiatan ini.
Pada kesempatan tersebut,Ki Tavip juga berharap pelaksanaan Hari Jadi Bogor di masa mendatang dapat semakin meriah dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, guru, seniman, organisasi kemasyarakatan hingga generasi muda.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Bogor tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya Generasi Z.
“Melalui peringatan Hari Jadi Bogor, kita ingin menanamkan rasa bangga terhadap sejarah dan budaya daerah. Generasi muda harus mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam simbol-simbol kota, termasuk Tugu Kujang yang menjadi kebanggaan masyarakat Bogor,” pungkasnya.( Ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News